Saling Lempar hingga Kejar-kejaran Warnai Demo Mahasiswa di Semarang
LAPORAN TIM PANTURANEWS
Selasa, 16/06/2026, 00:36:58 WIB

PanturaNews (Semarang) - Aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah dan DPRD Jateng, Senin (15/6), sempat diwarnai kericuhan.

Ketegangan memuncak saat massa terlibat aksi saling lempar hingga kejar-kejaran dengan aparat kepolisian menjelang malam hari.

Ribuan mahasiswa dari berbagai elemen seperti PMII, GMNI, dan HMI ini awalnya turun ke jalan menyuarakan protes terkait kondisi ekonomi nasional. Mereka menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah dan kenaikan harga BBM jenis Pertamax.

"Kenaikan harga BBM ini berdampak langsung pada meningkatnya harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah, termasuk Kota Semarang," terang salah satu orator di lapangan.

Situasi mulai memanas menjelang sore hari di titik aksi depan Kantor Gubernur Jateng. Sejumlah massa mulai membakar ban bekas dan tumpukan sampah di badan jalan.

Ketegangan meningkat saat petugas kepolisian berupaya memadamkan api. Upaya tersebut direspons lemparan batu dan botol dari arah massa. Polisi kemudian mengerahkan kendaraan water cannon untuk memadamkan kobaran api dan menghalau kerumunan.

Sore menjelang petang, massa PMII dan GMNI sebenarnya sempat membubarkan diri secara tertib. Namun, situasi kembali memanas setelah sekelompok massa di luar organisasi mahasiswa Cipayung melakukan aksi bakar spanduk dan traffic cone.

Massa juga memblokade jalan di depan Kantor Gubernur Jateng yang mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh total.

Petugas berulang kali mengimbau peserta aksi untuk membubarkan diri karena batas waktu penyampaian pendapat telah berakhir pada pukul 18.00 WIB.

Karena massa tetap bertahan dan kembali membakar sampah, polisi mengambil tindakan tegas menggunakan water cannon dan alat pemadam api ringan (APAR).

Sekitar pukul 19.00 WIB, mobil Dalmas dan personel kepolisian bermotor merangsek maju memecah massa. Langkah ini memicu aksi kejar-kejaran.

Massa berlarian menyelamatkan diri hingga ke kawasan Pleburan, Kota Semarang. Beberapa peserta aksi sempat diamankan petugas sebelum akhirnya dilepaskan kembali.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengatakan situasi demonstrasi secara umum berlangsung tertib meski sempat diwarnai aksi pembakaran oleh sejumlah peserta. Sebanyak 2.300 personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan.

"Setelah api padam, situasi kembali kondusif. Sepanjang siang hingga malam, kegiatan berjalan tertib. Kami memberikan apresiasi kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi," ujar Artanto di lokasi, Senin (15/6) malam.

Artanto menegaskan bahwa gesekan tersebut tidak dikategorikan sebagai kerusuhan dan tidak ada massa yang ditahan.

"Kalau rusuh tidak. Tidak ada yang diamankan. Kami hanya mengingatkan agar mereka tidak melakukan tindakan anarkis yang berlebihan karena bisa memprovokasi peserta aksi lainnya," pungkas Artanto.