Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Pelajar SMA Diduga Jadi Korban Tawuran
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Minggu, 14/06/2026, 15:14:38 WIB

PanturaNews (Brebes) Seorang pelajar kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) berinisial MR ditemukan meninggal dunia di pinggir ruas Jalan Luwes–Banjaratma, Desa Siasem, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (13/6) dini hari. 

Korban diduga kuat tewas akibat terlibat aksi tawuran antarkelompok remaja.

Jasad pemuda yang diketahui merupakan pelajar asal Semarang tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas di lokasi kejadian. Saat ditemukan, korban sudah dalam posisi tergeletak di bahu jalan dan tidak bernyawa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, korban disinyalir terjatuh dari sepeda motornya saat bentrokan antarkelompok remaja pecah di kawasan tersebut.

Alami Luka Parah di Kepala dan Wajah

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari pemeriksaan awal, fisik korban menunjukkan adanya luka serius di bagian kepala belakang yang diduga akibat benturan keras dengan jalan beton.

Selain luka benturan, petugas juga menemukan luka robek sepanjang lima sentimeter di area wajah korban yang diduga kuat akibat sabetan senjata tajam.

Untuk memastikan penyebab utama kematian dan mengidentifikasi adanya unsur kekerasan yang disengaja, tim Dokkes Polda Jawa Tengah diturunkan untuk melakukan autopsi terhadap jenazah MR di Rumah Sakit (RS) Bhakti Asih Brebes.

Kapolsek Wanasari, Iptu Joko Widyanto, membenarkan bahwa proses autopsi telah dilakukan oleh tim forensik. Namun, pihak kepolisian masih enggan terburu-buru mengambil kesimpulan baku.

"Memang benar dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian korban yang diduga terdapat unsur kekerasan. Namun hingga saat ini kami belum memastikan penyebabnya dan proses penyelidikan masih berjalan," tegas Joko, Sabtu (13/6).

Sempat Pamit Potong Rambut

Sementara itu, suasana histeris dan duka mendalam menyelimuti pihak keluarga saat mendampingi jasad korban di kamar jenazah RS Bhakti Asih Brebes. Ibu korban, Vivi, mengaku sangat terpukul karena tidak menyangka kepergian anaknya akan berakhir tragis.

Menurut Vivi, pada Jumat (12/6) sore, korban berpamitan untuk keluar rumah sebentar dengan alasan ingin memotong rambut. Namun hingga larut malam, MR tidak kunjung kembali ke rumah dan tidak bisa dihubungi.

"Saya sempat menelepon beberapa kali, tetapi tidak diangkat. Tahu-tahu dapat kabar sudah dibawa ke rumah sakit," kata Vivi sembari menahan tangis.

Vivi menambahkan, pihak keluarga awalnya menerima pesan singkat via WhatsApp dari salah satu teman sekolah korban yang mengabarkan bahwa MR menjadi korban pembegalan jalanan. Namun, setelah polisi melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi di sekitar TKP, informasi berkembang ke arah keterlibatan dalam aksi tawuran.

Hingga saat ini, Satreskrim Polres Brebes bersama Polsek Wanasari masih melakukan pengejaran dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap dalang serta kronologi utuh di balik peristiwa berdarah tersebut.