Bupati Brebes Raih Penghargaan Leader Awards 2026 dari Dahlan Iskan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Kamis, 11/06/2026, 22:51:45 WIB

PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meraih penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026. 

Penghargaan ini diberikan atas kepemimpinannya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan dan ekonomi daerah.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Founder Disway Group, Dahlan Iskan, di JW Marriott Hotel Jakarta, Kamis (11/6). 

Paramitha menjadi salah satu dari tujuh kepala daerah di Provinsi Jawa Tengah yang menerima penghargaan tersebut.

Tim penilai menyaring para kepala daerah berdasarkan inovasi tata kelola pemerintahan, kepemimpinan daerah, kualitas pelayanan publik, serta keberhasilan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di Brebes, sektor pertanian mencatatkan capaian paling signifikan.

Paramitha menegaskan sektor pertanian memegang peranan krusial bagi wilayahnya. Selain menjaga ketahanan pangan, sektor ini menjadi motor penggerak utama perekonomian masyarakat Brebes.

"Kabupaten Brebes berhasil mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah sekaligus sentra bawang merah nasional yang menjadi identitas dan kekuatan ekonomi daerah," kata Paramitha, Kamis (11/6).

Ia menjelaskan, pembangunan pertanian di Brebes tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi. Pemkab Brebes mengarahkannya untuk menciptakan lapangan kerja, menekan angka kemiskinan, serta memperkuat daya saing daerah.

Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Brebes menetapkan sejumlah kebijakan strategis. Mulai dari peningkatan produktivitas, modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pengembangan komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi.

Modernisasi dilakukan lewat penyediaan teknologi budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Langkah ini sekaligus menjadi strategi wilayah untuk merespons tantangan perubahan iklim, keterbatasan air, hingga fluktuasi harga komoditas di pasar.

Paramitha menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kelompok tani, penyuluh, akademisi, dunia usaha, hingga pemerintah pusat.

"Kecakapan pengelolaan sektor pertanian tercermin dari kemampuan menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi, penguatan ketahanan pangan, pengembangan agribisnis, serta peningkatan kesejahteraan petani," ujarnya.