![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Seorang remaja berusia 17 tahun ditemukan tewas mengenaskan di dalam saluran air dekat lapangan sepak bola Desa Lebakgowah, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (9/6).
Korban diduga kuat menjadi korban pembunuhan menyusul ditemukannya sejumlah luka lebam pada bagian wajah dan kepala.
Identitas korban dipastikan bernama M. Bahrul Ulum (17), warga Desa Lebakgowah RT 02/RW 04, Kecamatan Lebaksiu. Korban sehari-hari diketahui bekerja sebagai pedagang kopi di kawasan Alun-alun Slawi.
Kapolsek Lebaksiu, AKP Eko Darmaji, menyebutkan jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang pamong desa setempat yang tengah melintas di sekitar lokasi kejadian. Saksi merasa curiga setelah mencium bau menyengat dari arah selokan.
"Setelah ditelusuri, saksi menemukan sesosok mayat pria tergeletak di dalam saluran air. Temuan tersebut kemudian langsung dilaporkan ke Polsek Lebaksiu," kata Eko saat dikonfirmasi, Rabu (10/6).
Mendapat laporan warga, personel Polsek Lebaksiu bersama Tim Inafis Polres Tegal segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dokter Soeselo Slawi untuk pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh Tim Inafis Polres Tegal, korban diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan. Kondisi ini diperkuat dengan kondisi jasad yang sudah mulai membusuk.
Polisi menemukan indikasi kuat adanya tindak kekerasan sebelum korban tewas.
"Dari hasil pemeriksaan fisik, petugas menemukan luka lebam di telinga kanan, telinga kiri, serta bagian wajah korban. Luka-luka tersebut diduga kuat akibat hantaman benda tumpul," papar Eko.
Pihak keluarga mengaku baru mengetahui peristiwa tragis ini setelah mendatangi lokasi penemuan mayat untuk memastikan identitas korban.
Menurut keterangan keluarga, korban tidak pulang ke rumah sejak Senin (8/6). Namun, saat itu keluarga tidak merasa curiga karena korban yang terbiasa berjualan kopi hingga larut malam kerap pulang pada pagi hari atau menginap di luar.
Di sisi lain, polisi telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk rekan sesama pedagang kopi di Alun-alun Slawi. Berdasarkan keterangan rekan korban, M. Bahrul Ulum terakhir kali terlihat pergi meninggalkan tempat jualan bersama seorang pria yang belum diketahui identitasnya.
Kasus dugaan pembunuhan ini kini telah diambil alih oleh Satreskrim Polres Tegal dengan dukungan Unit Reskrim Polsek Lebaksiu. Polisi tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif serta mengejar pelaku di balik kematian remaja tersebut.