![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Akses transportasi di wilayah selatan Kabupaten Brebes cukup memprihatinkan.
Hal itu menyusul, jembatan Keruhbehet yang menjadi akses vital di Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga kondisinya miring dan ambles.
Akibat kerusakan ini, kendaraan roda empat atau mobil sama sekali tidak dapat melintas. Akses jembatan kini dibatasi hanya untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Mirisnya, kondisi ini sudah berlangsung selama enam bulan sejak Desember 2025 lalu tanpa adanya perbaikan permanen.
Jembatan Keruhbehet merupakan infrastruktur krusial bagi masyarakat setempat. Jembatan ini menjadi satu-satunya penghubung bagi lima pedukuhan di Desa Mlayang dengan mobilitas mencapai lebih dari 3.000 jiwa setiap harinya.
Karena tidak ada jalur alternatif lain, warga terpaksa tetap nekat melintas meskipun dihantui rasa takut.
Jembatan ini merupakan jalur utama selain untuk mobilitas harian masyarakat, juga distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi. Selain itu, akses pendidikan dan fasilitas kesehatan serta pelayanan publik
"Warga tidak punya pilihan lain. Kalau tidak lewat sini, aktivitas lumpuh. Kami tahu ini bahaya dan rawan kecelakaan, tapi mau bagaimana lagi," ujar Ahmad, salah seorang warga.
Pemerintah Kabupaten Brebes sebenarnya sempat melakukan perbaikan darurat saat jembatan pertama kali ambles pada akhir tahun lalu. Namun, langkah itu tidak bertahan lama. Tanpa penanganan permanen, struktur jembatan justru semakin memburuk.
Kepala Desa Mlayang, Abdul Khafidz, mengungkapkan bahwa proyek perbaikan jembatan ini sebenarnya sudah masuk dalam plot anggaran APBD Kabupaten Brebes Tahun 2026.
Namun, memasuki pertengahan Juni 2026, belum ada tanda-tanda pengerjaan fisik akan dimulai.
"Kami dari pemerintah desa sudah beberapa kali berkoordinasi dan mendesak dinas terkait untuk segera bertindak. Tapi sampai saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal kapan perbaikan jembatan akan dilaksanakan," kata Abdul Khafidz.
Saat ini, warga Desa Mlayang hanya bisa berharap Pemkab Brebes segera merealisasikan anggaran tersebut. Mereka mendesak perbaikan segera dilakukan sebelum jembatan benar-benar ambruk total dan memakan korban jiwa.