![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Kobaran api melanda area kolong Jembatan Sungai Pemali di jalur Pantura Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Kamis (4/6) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.
Peristiwa ini sempat membuat geger warga dan pengguna jalan yang melintas.
Api membakar tempat pembuatan tirai bambu yang berada tepat di bawah konstruksi jembatan vital tersebut. Beruntung, kesigapan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Brebes berhasil menjinakkan api sebelum merusak struktur utama jembatan.
Kronologi Kejadian
Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga yang hendak menuju pasar. Saksi melihat asap tebal membumbung dari bawah jembatan dan mendapati api sudah membesar membakar material bambu.
Laporan resmi diterima Pos Induk Damkar Kabupaten Brebes pada pukul 04.27 WIB. Satu unit mobil pemadam berkapasitas 4.000 liter beserta empat personel langsung diterjunkan ke lokasi. Petugas tiba di tempat kejadian pada pukul 04.40 WIB dan langsung melakukan lokalisir area.
Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Damkar Satpol PP Kabupaten Brebes, Rafiudin Musa, mengonfirmasi bahwa api berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat.
"Saat tiba, api sudah membakar sejumlah material bambu yang digunakan untuk pembuatan tirai. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dalam waktu 25 menit sehingga tidak merambat lebih luas," kata Rafiudin kepada media, Kamis (4/6).
Berdasarkan pendataan sementara, luas area yang hangus terbakar mencapai 12 x 8 meter. Seluruh material bambu, kursi, meja, dan perlengkapan produksi tirai ludes dilahap api.
Meski tidak ada korban jiwa dan arus lalu lintas Pantura tetap berjalan normal, sejumlah bagian rangka baja di bawah jembatan tampak menghitam akibat terpapar panas yang ekstrem. Nilai kerugian materil hingga kini masih dalam proses perhitungan.
Terkait penyebab kebakaran, Rafiudin menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun, dugaan awal mengarah pada aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi.
"Informasi awal di lapangan, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke tumpukan bambu," jelas Rafiudin.
Sementara, seorang warga Desa Pebatan, Bambang, mengungkapkan informasi berbeda dari warga sekitar. Sebelum api membesar, sempat terlihat dua orang yang duduk-duduk di lokasi kejadian.
Atas insiden ini, pihak Damkar Brebes mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan, terutama di dekat fasilitas publik dan material yang mudah terbakar, demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.