Dinkes Tegal: 70 Persen Kasus HIV/AIDS Didominasi Kelompok Lelaki Suka Lelaki
.
Rabu, 03/06/2026, 14:07:07 WIB

PanturaNews (Tegal) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL) menjadi penyumbang kasus HIV/AIDS tertinggi di wilayahnya.

Persentase penularan pada kelompok tersebut diperkirakan mendominasi hingga 70 persen dari total kasus yang ditemukan.

Secara kumulatif, Dinkes mencatat ada 1.062 penderita HIV/AIDS di Kabupaten Tegal hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 929 orang di antaranya dilaporkan masih hidup.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edy Sucipto, menjelaskan bahwa penularan yang tinggi di kalangan LSL ini dipicu oleh aktivitas hubungan seksual yang berisiko.

"Kelompok LSL memang menjadi penyumbang kasus tertinggi. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Tegal, tetapi juga di berbagai daerah lainnya," kata Edy, Selasa (2/6).

Edy menambahkan, potret tingginya angka penularan pada kelompok ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk memperluas edukasi seks dan pencegahan infeksi menular seksual secara lebih masif ke masyarakat.

Meski didominasi kelompok LSL, Edy menyebut virus ini juga ditemukan pada kelompok rentan lain, yakni ibu hamil dan anak-anak, walaupun dengan jumlah yang relatif lebih sedikit.

"Pada kasus ibu hamil dan anak, umumnya penularan berasal dari pasangan atau orang tua. Karena itu penting sekali deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara rutin," tuturnya. 

Namun, demi melindungi hak-hak pasien, identitas penderita dipastikan tetap dirahasiakan oleh petugas medis.

Dari total 1.062 penderita yang terdata di 29 puskesmas, sebanyak 693 orang telah mengetahui statusnya sebagai Orang dengan HIV (ODHIV) dan berada di bawah penanganan dinas.

Adapun wilayah kerja Puskesmas Slawi menempati urutan pertama kasus tertinggi dengan 79 kasus, disusul wilayah kerja Puskesmas Margasari dengan 53 kasus.

Guna meredam laju perkembangan virus di dalam tubuh pasien, Dinkes Kabupaten Tegal terus mendorong pelaksanaan Terapi Antiretroviral (ARV). Saat ini, tercatat ada 586 penderita yang aktif menjalani terapi, sedangkan 35 orang lainnya belum memenuhi syarat medis.

"ARV bukan obat yang membunuh virus HIV. Fungsinya menekan perkembangan virus dan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga penderita tetap sehat, produktif, dan tidak mudah terserang penyakit," terang Edy. 

Ia memastikan ketersediaan stok obat ARV di Tegal saat ini dalam posisi aman.

Mengingat mayoritas penderita berada di usia produktif yang rentan memicu dampak sosial ekonomi, Dinkes juga merangkul LSM Sebaya untuk melakukan pendampingan minum obat serta memberikan dukungan motivasi.

Edy mengimbau penderita yang sudah terdiagnosis untuk disiplin berobat serta meminta masyarakat luas menghentikan stigma buruk terhadap ODHIV.

"Semakin cepat diketahui dan ditangani, kualitas hidup penderita akan semakin baik. Kami mengajak masyarakat untuk tidak mendiskriminasi ODHIV," tandasnya.