Siswa SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi Raih Gold Medal di Ajang WYIE 2026 Kuala Lumpur
LAPORAN JOHARI
Rabu, 20/05/2026, 15:20:46 WIB
Kontingen SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi dalam ajang internasional bergengsi World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Kuala Lumpur.

PanturaNews (Kuala Lumpur) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh kontingen SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi dalam ajang internasional bergengsi World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 18–20 Mei 2026. 

Tim inovator muda dari SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi diantaranya,

1. Narendra Dylan Prana Arlanda 

2. Raden Atilla Jatiwasesa 

3. Raditya Annavi Akbar 

4. Kenzie Javas Nararya 

5. Muhammad Dignity Dzaki

berhasil meraih Gold Medal melalui karya inovatif bertajuk GRAHITA-IoT, yakni sebuah alat pendeteksi tingkat stres siswa berbasis Internet of Things (IoT) dan pemantauan kognitif real-time.

Ajang WYIE sendiri merupakan kompetisi inovasi tingkat internasional yang mempertemukan para pelajar, mahasiswa, dan peneliti muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya-karya teknologi inovatif yang memberikan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat.

Menurut ketua tim Muhammad Dignity Dzaki, bahwa Inovasi GRAHITA-IoT hadir sebagai respons terhadap meningkatnya persoalan kesehatan mental dan tekanan akademik di kalangan pelajar. 

"Alat ini dirancang dalam bentuk smart band yang mampu mendeteksi kondisi stres pengguna secara real-time melalui pemantauan detak jantung (heart rate variability/HRV) serta indikator fisiologis lainnya," ujar Muhammad Dignity Dzaki, melalui presrilis yang dikirim ke PanturaNews, Rabu 20 Mei 2026.

Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan sistem cerdas untuk mengidentifikasi tingkat fokus, beban pikiran, hingga potensi stres berlebih pada siswa. 

Menurutnya, keunggulan utama dari inovasi ini terletak pada kemampuannya melakukan deteksi dini terhadap kondisi mental siswa secara praktis dan cepat. Tidak hanya sekadar membaca detak jantung, sistem juga memberikan klasifikasi kondisi pengguna seperti optimal focus, optimal load, hingga overload sehingga guru maupun konselor sekolah dapat melakukan pendampingan lebih awal sebelum kondisi stres berkembang menjadi gangguan yang lebih serius. 

"Inovasi tersebut lahir dari realitas yang sering ditemui di lingkungan sekolah," tegas Dzaki.

Menurutnya, banyak siswa mengalami tekanan mental saat proses pembelajaran, namun kesulitan untuk menyampaikan kondisi tersebut secara langsung kepada guru.

“Permasalahan yang dihadapi siswa adalah ketika mereka mengalami stres tetapi tidak bisa menyampaikan kepada guru. Saya berharap melalui alat ini guru dapat melihat siapa saja yang sedang stres saat mengikuti pembelajaran tanpa harus bicara langsung,” ujarnya.

Selain membantu pemantauan kondisi psikologis siswa, integrasi teknologi IoT memungkinkan data tersimpan dan dapat diakses secara real-time sehingga proses evaluasi kondisi siswa menjadi lebih efektif. 

Inovasi ini dinilai relevan dengan tantangan pendidikan modern yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga kesehatan mental siswa.

Keberhasilan meraih Gold Medal menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing di tingkat global melalui karya inovatif yang solutif dan berdampak sosial. Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi dalam mendorong pengembangan riset, teknologi, dan kreativitas siswa di era digital.

Kepala Sekolah SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi, Rizal Pahlefi menyampaikan apresiasi atas kerja keras para siswa dan pembimbing yang telah membawa nama baik sekolah serta Indonesia di forum internasional. Diharapkan inovasi GRAHITA-IoT dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung kesehatan mental generasi muda.