Fikri Faqih: Pemajuan Kebudayaan Sangat Krusial, Jaga Identitas dan Ketahanan Nasional
LAPORAN SL. GAHARU
Rabu, 20/05/2026, 12:02:36 WIB
Anggota Komisi X DPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih sosialisasi Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan di Kompleks DPR RI. (Foto: Dok/Tim PKS)

Jika kita abai, kekayaan tak berwujud ini bisa diklaim pihak luar atau bahkan punah ditelan zaman....

PanturaNews (Tegal) - Anggota Komisi X DPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih, menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan sangat krusial sebagai pilar ketahanan nasional dan penjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

Penegasan tersebut disampaikan Fikri saat menggelar sosialisasi Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017, tentang Pemajuan Kebudayaan di Kompleks DPR RI, Minggu 10 Mei 2026.

Menurut Fikri, kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu yang bersifat statis, melainkan modal strategis untuk membangun masa depan Indonesia. Langkah sosialisasi ini kembali digencarkan karena masih banyak lapisan masyarakat yang belum menyadari pentingnya regulasi ini, meskipun undang-undang tersebut sudah lama disahkan.

"Pemajuan kebudayaan ini sangat krusial karena menyangkut harga diri dan kepribadian bangsa kita. Jika kita abai, kekayaan tak berwujud ini bisa diklaim pihak luar atau bahkan punah ditelan zaman. Itulah mengapa pemahaman dan implementasi UU Nomor 5 Tahun 2017 ini menjadi sangat penting," ujar Fikri Faqih dalam keterangannya.

Lebih lanjut, legislator asal Fraksi PKS ini menjelaskan, bahwa ketahanan budaya Indonesia bersandar pada sepuluh objek pemajuan kebudayaan yang saling melengkapi. Kekayaan ekosistem budaya ini harus dihidupkan secara konkret di tengah masyarakat, bukan sekadar menjadi catatan sejarah.

"Ada sepuluh pilar kekayaan kita yang wajib dilindungi dan dikembangkan, mulai dari tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, permainan rakyat, hingga olahraga tradisional,”

“Kita juga harus menghidupkan pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, dan ritus daerah. Semua ini adalah kekuatan kita untuk bersaing di kancah global," pungkasnya.