Penguatan Literasi Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar
.
Rabu, 20/05/2026, 11:02:42 WIB

PENDIDIKAN sangat penting untuk meningkatkan kualitas manusia supaya menjadi lebih baik. lewat pendidikan siswa dapat menambah pengetahuan, keterampilan, dan sifat yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Sekarang perkembangan zaman dan teknologi semakin maju, jadi pendidikan juga harus membuat pembelajaran yang lebih kreatif dan membuat siswa lebih aktif, karena hal itu pemerintah menerapkan kurikulum merdeka untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan indonesia.

Dalam kurikulum merdeka guru dan siswa diberi kebebasan saat proses pembelajaran berlangsung kurikulum ini fokus pada pengembangan kemampuan karakter dan cara berpikir kritis serta kreatif siswa, dalam penerapannya siswa tidak cuman belajar memahami materi tapi juga harus mempunyai kemampuan literasi dan numerasi untuk menghadapi perkembangan zaman.

Literasi bukan cuman membaca dan menulis tapi juga memahami dan menggunakan informasi dengan baik. Kemampuan literasi penting karena dapat membantu siswa memahami materi pelajaran.

Penguatan literasi disekolah dasar bisa dilakukan lewat kegiatan sederhana di sekolah, kegiatan tersebut bisa meningkatkan minat baca siswa dan membuat suasana belajar menjadi lebih aktif dan menyenangkan.

Dengan cara seperti itu pembelajaran jadi lebih mudah dipahami dan terasa lebih bermakna bagi siswa, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperkuat budaya literasi disekolah dasar membiasakan siswa membaca selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai supaya minat baca mereka meningkat.

Sekolah juga bisa menyediakan pojok baca yang nyaman agar siswa lebih tertarik untuk membaca sendiri, kegiatan membaca dan menulis juga bisa dimasukan ke berbagai mata pelajaran supaya kemampuan literasi siswa berkembang lebih baik.

Penggunaan media digital seperti vidio pembelajaran dan buku elektronik juga dapat membuat siswa lebih semangat dalam kegiatan literasi. Guru mempunyai peran penting untuk membangun budaya literasi di sekolah, selain menyampaikan mata pelajaran guru juga membantu siswa memahami informasi dan melatih kemampuan berpikir kritis mereka.

Guru juga bisa menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan melalui dskusi, kerja kelompok, dan tanya jawab. Guru juga harus memberi contoh yang baik dalam kegiatan membaca supaya siswa ikut terbisa membaca.

Dalam pelaksanaannya penguatan literasi masih memiliki beberapa kendala salah satu kendalanya yaitu minat baca siswa yang masih rendah karena banyak siswa lebih tertarik bermain gawai daripada baca buku juga kurangnya fasilitas dan bahan bacaan yang menarik juga menjadi hambatan daam pengembangan budaya literasi sekolah.

Lingkungan keluarga juga mempengaruhi keberhasilan literasi siswa karena itu diperlukan kerja sama antar sekolah guru dan orang tua untuk menciptakan kebiasaan membaca yang baik bagi siswa

(Daftar Pustaka: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). -Kurikulum Merdeka: Konsep dan implementasi. Jakarta: Kemendikbudristek. - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Gerakan Literasi Nasional. Jakarta: Kemendikbud. -Abidin, Y. (2015). Pembelajaran literasi: Strategi meningkatkan kemampuan literasi siswa. Jakarta: Bumi Aksara.

Suyono, & Hariyanto. (2014). Belajar dan pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. -Dalman. (2013). Keterampilan membaca. Jakarta: RajaGrafindo Persada. -Tarigan, H. G. (2008). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa. -OECD. (2019). PISA 2018 results (Volume I): What students know and can do. Paris: OECD Publishing)