Dampingi Wamensos, Bupati Brebes: Kehadiran Sekolah Rakyat Mulai Gerakkan Ekonomi Warga Desa Wlahar
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Senin, 18/05/2026, 00:38:17 WIB

PanturaNews (Brebes) – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus dikebut. 

Proyek strategis nasional ini tidak hanya menjadi fokus pembangunan infrastruktur pendidikan gratis, melainkan juga mulai membawa dampak nyata bagi masyarakat dan target sosial pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, saat mendampingi Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dan tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meninjau langsung progres proyek di lapangan Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Minggu (17/5/2026).

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, mengatakan, bahwa proyek tersebut mengubah wajah desa dan menggerakkan ekonomi warga lokal di sekitar lokasi pembangunan.

Paramitha menceritakan momen haru salah seorang warga setempat saat melihat wilayahnya kini mulai bertransformasi.

"Pagi tadi di Desa Wlahar, seorang ibu menunjuk lahan yang dulu kosong sambil berkata haru, 'Ana sekola nangkene' (ada sekolah di sini)," ungkap Paramitha.

Ia menambahkan, Desa Wlahar yang dulunya cenderung sepi kini berubah menjadi kawasan yang ramai dan produktif. Aktivitas pembangunan berskala besar ini memicu munculnya warung-warung baru milik warga, tanda bahwa urat nadi perekonomian lokal mulai bergerak.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang didedikasikan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan konsep berasrama dan 100 persen gratis, sehingga tidak membebani orang tua.

"Terima kasih kepada Pak Presiden, Kemensos, dan PUPR yang telah memilih Brebes sebagai lokasi program ini. Semoga anak-anak Brebes punya masa depan yang semakin hebat," terang Paramitha.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa pemerintah menargetkan sebagian bangunan utama sudah harus bisa difungsikan pada 20 Juni 2026 mendatang dengan kapasitas awal menampung sekitar 300 siswa. 

Proyek di Brebes ini masuk dalam pembangunan tahap II dan langsung membangun fasilitas permanen tanpa melalui fase sekolah rintisan.

"Yang penting target 20 Juni harus tercapai," tegas Agus Jabo.

Selain masalah infrastruktur, Wamensos memberikan instruksi khusus kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menyisir warga miskin yang berada di kategori desil 1 dan desil 2 (tingkat kesejahteraan terendah).

"Kawan-kawan pendamping PKH, silakan berkoordinasi dengan dinas sosial dan perangkat desa karena mereka mengetahui warga yang berada di desil 1 atau desil 2. Supaya jangkauannya tepat sasaran berdasarkan DTSEN," jelasnya. 

Ia menegaskan, pendamping PKH adalah ujung tombak dalam proses rekrutmen calon siswa agar kemiskinan dapat teratasi.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Wilayah Jawa Tengah, Affi Triato, menjelaskan bahwa progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Wlahar saat ini baru mencapai 18 persen. 

Di area proyek, saat ini sudah mulai berdiri rangka bangunan untuk asrama, gedung kelas SD-SMP, masjid, hingga fasilitas dapur umum.

Untuk mengejar tenggat waktu operasional pada bulan Juni sesuai instruksi Wamensos, pihaknya akan melipatgandakan jumlah pekerja di lapangan secara signifikan dalam waktu dekat.

"Saat ini, tenaga kerja sekitar 850 orang dan dalam dua minggu ke depan ditargetkan mencapai 1.300 orang ketika pekerjaan arsitektural mulai berjalan," papar Affi.