![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Perayaan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal yang digelar pada Minggu (17/5/2026) berlangsung meriah sekaligus diwarnai momen-momen unik.
Mulai dari aksi pejabat teras yang mendadak turun panggung untuk joget bareng warga, aksi rebutan gunungan hasil bumi, hingga terselipnya laporan kehilangan barang akibat ulah copet.
Acara inti sebenarnya berpusat pada prosesi sakral Kirab Tombak Kyai Plered dan Pataka Integritas. Pusaka peninggalan keturunan Ki Gede Sebayu tersebut diserahkan oleh keluarga besar Kalisoka kepada Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, di depan Rumah Dinas Bupati untuk disemayamkan sebelum dibawa ke Gedung DPRD.

Namun, yang paling mencuri perhatian ribuan pasang mata warga yang memadati sepanjang rute kirab adalah Parade Budaya Gunungan Hasil Bumi.
Kemeriahan pecah saat rombongan kendaraan hias dari Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tegal melintas di depan panggung kehormatan.
Para peserta tampil totalitas mengenakan kostum pewayangan, mulai dari Rama-Sinta, Hanoman, hingga Punakawan. Uniknya, alih-alih membawakan tarian klasik yang kaku, mereka justru menarikan tari kreasi modern yang diiringi lagu jenaka "Kicau Mania" dan "Galawi".
Melihat semangat luar biasa dari para peserta, Sekretaris Daerah (Sekda) Tegal Amir Makhmud dan Asisten Perekonomian Joko Kurnianto tidak tahan untuk diam duduk di kursi VIP. Keduanya langsung turun ke aspal jalanan dan ikut berjoget bersama tokoh-tokoh wayang tersebut, yang spontan memicu sorak-sorai riuh dari penonton.
Tak kalah heboh, sebanyak 51 mobil hias yang membawa gunungan hasil bumi langsung menjadi sasaran empuk warga. Begitu selesai pameran seni di depan bupati, warga langsung merangsek maju dan memanjat mobil-mobil tersebut.
Masyarakat saling sikut demi mendapatkan sayur-mayur segar, seperti sawi dan Kubis (Kol), kacang panjang dan buncis, wortel dan tomat, cabai merah dan bawang merah.

Akibat aksi rebutan ini, jalanan protokol sempat menjadi kotor dan licin akibat sisa sayuran yang mengelupas. Sayangnya, situasi chaos dan padat ini dimanfaatkan oleh oknum copet. Melalui pengeras suara, panitia berulang kali mengumumkan adanya warga yang kehilangan HP dan dompet.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengaku sangat puas dan terkesan dengan antusiasme warganya yang luar biasa sebagai bentuk rasa syukur instansi dan masyarakat.
"Acara ini sangat luar biasa. Ini sebagai bentuk rasa syukur masyarakat. Keinginannya tahun depan (2027) bisa lebih meriah lagi," ungkap Ischak.
Meski demikian, kritik membangun datang dari seniman senior Tegalan, Imam Joend, yang juga bertindak sebagai juri kirab. Ia menyayangkan sikap warga yang kurang tertib karena nekat berebut sayuran saat mobil masih berada persis di depan panggung bupati.
"Ini agak kurang tertib saja, kacau balau di sini. Perlu persiapan lebih matang untuk tahun depan. Petugas Polisi dan Satpol PP-nya harus diperbanyak," cetus Imam Joend memberikan evaluasi.