![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Bencana angin puting beliung menerjang Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Kamis (14/5) sore.
Camat Ketanggungan, Nuridin, mengatakan, bahwa cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan kerusakan pada belasan rumah warga dan fasilitas umum.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan pihak PLN untuk segera menangani kabel listrik yang tertimpa pohon agar tidak membahayakan warga. Kami juga menginstruksikan jajaran desa untuk tetap siaga jika terjadi cuaca ekstrem susulan," kata Nuridin saat dikonfirmasi, Kamis (14/5).
Nuridin menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan memulihkan akses jalan yang sempat terhambat oleh pohon tumbang di beberapa titik, termasuk di depan Kantor Pos Ketanggungan.
Kepala Desa Dukuhturi, Johan Wahyudi, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 14.15 WIB saat hujan deras mengguyur wilayahnya.
"Angin datang sangat cepat dan kuat, menyapu atap rumah warga di RW 04 dan RW 05. Saat ini kami bersama warga fokus pada pendataan kerusakan dan membantu mengamankan barang-barang milik korban agar tidak semakin rusak terkena hujan," ujar Johan.
Berdasarkan data sementara dari Pusdalops BPBD Kabupaten Brebes, total terdapat 15 rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap dengan tingkat kerusakan bervariasi.
Selain rumah tinggal, sebuah ruko dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian kanopi akibat hempasan angin kencang.
Meski menyebabkan kerugian material, pihak BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Brebes bersama Polsek Ketanggungan dan relawan telah diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan material pohon dan memperbaiki kerusakan ringan.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Brebes.
"Warga diimbau tetap waspada mengingat saat ini masih dalam puncak musim penghujan dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem," tulis laporan resmi PUSDALOPS BPBD Brebes.