Serasa di Brebes! Ada Pecel dan Bakwan di Pasar Kaget Makkah, Jemaah Haji Langsung Serbu
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Kamis, 14/05/2026, 12:45:25 WIB

PanturaNews (Makkah) – Ada pemandangan unik di sekitar Hotel Al Khulafaa Al Fedy, Makkah, lokasi penginapan jemaah haji Kloter 8 (SOC 8) asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Setap pagi usai Subuh hingga pukul 08.00 WAS, suasana di sekitar hotel mendadak berubah layaknya pasar tumpah di Kabupaten Brebes.

Jemaah haji tidak perlu lagi menahan rindu pada kuliner tanah air. Sebuah "pasar kaget" yang dikelola warga lokal dan mukimin muncul menjajakan aneka menu sarapan khas nusantara yang sangat akrab di lidah warga Jawa Tengah.

Pantauan di lapangan menunjukkan jemaah langsung menyerbu lapak-lapak yang menjual berbagai macam gorengan hangat. Tak tanggung-tanggung, menu yang tersedia mulai dari bakwan, onde-onde, risoles, hingga tahu isi.

Bagi jemaah yang merindukan makanan berat, tersedia pula nasi pecel, kluban, ikan asin, hingga sayur asem dan lodeh. Kuliner khas seperti kue khamir yang populer di wilayah pesisir utara Jawa pun turut menjadi primadona.

Kehadiran pasar kaget ini menjadi solusi bagi jemaah yang terkadang mengalami penurunan nafsu makan karena belum terbiasa dengan menu katering yang tersedia. 

Dengan adanya pilihan lauk pauk khas daerah, energi jemaah diharapkan tetap terjaga menghadapi cuaca Makkah yang kini menyentuh suhu 43 derajat Celsius.

Petugas Haji Layanan Umum, Azmi Asmuni Majid, mengatakan bahwa fenomena pasar kaget ini memang menjadi hiburan tersendiri bagi jemaah, khususnya lansia.

"Ini membantu psikologis jemaah. Mereka merasa nyaman karena lingkungannya familiar, ada jajanan yang biasa mereka makan di Brebes. Mental yang senang sangat penting untuk kesehatan fisik mereka," jelasnya, Kamis 14 Mei 2026.

Meski dimanjakan dengan kuliner lokal, petugas kesehatan Kloter 8 tetap memberikan imbauan agar jemaah berhati-hati dalam memilih makanan dan tetap memprioritaskan konsumsi nutrisi dari pemerintah. 

Jemaah diingatkan untuk tidak lupa meminum oralit dan air zam-zam guna mengimbangi aktivitas di pasar dan cuaca panas.

Selain berburu kuliner, jemaah Kloter 8 juga tetap menjalankan rutinitas ibadah dengan bantuan bus shalawat 24 jam serta mengikuti pengajian rutin di hotel untuk penguatan spiritual menjelang puncak haji di Armuzna.