![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Siapa sangka sejarah masa lalu bisa disulap jadi karya seni bernilai tinggi? Itulah yang dibuktikan oleh sekelompok pelajar kreatif dari SMAN 1 Jatibarang, Kabupaten Brebes.
Lewat tangan dingin mereka, peninggalan era kolonial Belanda diubah menjadi motif batik cantik yang mengantarkan mereka menyabet gelar Juara 1 Lomba Krenova Brebes 2026 kategori pelajar.
Karya yang diberi nama Batik Larasjati ini sukses mencuri perhatian dewan juri dalam ajang Penghargaan Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) yang digelar Bapperida Brebes di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT), Selasa (12/5).

Mengangkat "Luka" Sejarah Menjadi Estetika
Berbeda dengan motif batik pada umumnya, Batik Larasjati mengambil inspirasi dari ikon wilayah mereka: Pabrik Gula Jatibarang. Para siswa ini dengan jeli menangkap visual cerobong asap yang menjulang tinggi, arsitektur remise loko (garasi lokomotif), hingga batang tebu sebagai komponen utama motif batik mereka.
"Kami ingin mengangkat identitas lokal. Jatibarang punya sejarah besar dengan pabrik gulanya. Nama Larasjati sendiri berarti harmoni yang seimbang dari Jatibarang," ujar salah satu tim inovator SMAN 1 Jatibarang.
Sentuhan warna yang digunakan pun lebih berani dan modern, membuat batik ini jauh dari kesan "kuno" dan sangat cocok dipakai oleh generasi muda.
Skor Tertinggi di Kategori Pelajar
Kepiawaian Asya Ni’matul Zakiya dan timnya dalam mengemas filosofi budaya ke dalam selembar kain membuahkan hasil manis. Mereka berhasil meraih skor 384,96, angka tertinggi di kategori pelajar, mengalahkan 53 inovasi lainnya dari seluruh Kabupaten Brebes.
Atas prestasi ini, mereka berhak membawa pulang trofi dan uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta. Namun bagi mereka, ini bukan sekadar soal uang, melainkan tentang pembuktian bahwa identitas daerah bisa bersaing di level inovasi.
Dukungan Pemkab Brebes
Kepala Bapperida Brebes, Tety Yuliana, mengaku terpukau dengan imajinasi para pelajar ini. Ia berharap Batik Larasjati tidak berhenti sebagai juara lomba saja, tetapi bisa diproduksi massal dan dipatenkan.
"Inovasi ini punya nilai ekonomi. Kami harap nanti ada investor yang melirik, sehingga karya siswa kita bisa berdampak nyata bagi ekonomi daerah," ungkap Tety.
Kemenangan SMAN 1 Jatibarang ini menjadi bukti nyata bahwa anak muda Brebes tidak hanya jago di bidang akademik, tapi juga peduli pada pelestarian budaya lewat jalur inovasi yang keren!