Usai Aniaya Ibu Hingga Tewas, Diduga Alami Gangguan Jiwa, Anak Tidur di Samping Jasad
.
Selasa, 12/05/2026, 22:51:38 WIB
Foto : Ilustrasi

PanturaNews (Pekalongan) — Sebuah tragedi memilukan mengguncang warga Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Seorang pria berinisial MSP (25) tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, Tarsimi (65). Hal yang paling menyayat hati, pelaku ditemukan tengah tertidur lelap di samping jasad sang ibu usai melakukan aksi keji tersebut.

Peristiwa berdarah ini terjadi pada Minggu (10/5) dan baru terungkap setelah warga curiga dengan suara gaduh yang berasal dari kamar korban.

Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo, menceritakan detik-detik penemuan korban. Awalnya, seorang saksi mendengar suara benturan keras dan kegaduhan dari dalam rumah korban. Saat dilakukan pengecekan, warga dikejutkan dengan pemandangan yang mengerikan.

Tarsimi ditemukan tergeletak dengan kondisi wajah berlumuran darah. Di sampingnya, MSP tampak tak berdaya, seolah tidak menyadari perbuatan besar yang baru saja ia lakukan terhadap wanita yang melahirkannya.

"Korban ditemukan dengan kondisi luka parah di kepala. Sementara pelaku masih berada di lokasi, bahkan sempat tertidur di samping tempat tidur korban," ujar Purno saat dikonfirmasi, Selasa (12/5).

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pelaku diduga kuat menggunakan batu cobek untuk menganiaya korban. Hantaman benda tumpul tersebut menyebabkan luka yang sangat fatal.

Hasil pemeriksaan medis awal menunjukkan terdapat luka robek sedalam 10 cm di bagian belakang dan samping telinga, memar hebat di area mata dan telinga yang terus mengeluarkan darah.

Warga sempat berupaya menyelamatkan Tarsimi dengan membawanya ke RS Siti Khodijah, namun takdir berkata lain. Lansia tersebut dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah sampai di rumah sakit.

Aksi nekat MSP diduga kuat dipicu oleh gangguan jiwa yang dideritanya. Polisi mengungkap bahwa pelaku memiliki rekam jejak medis yang kelam terkait penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

"Pelaku pernah menjalani perawatan di RS Djunaid pada Oktober 2024 karena depresi berat akibat narkoba. Namun, yang bersangkutan sempat melarikan diri sebelum masa perawatannya selesai," terang Purno.

Kini, MSP telah kembali dibawa ke RS Djunaid Pekalongan, namun bukan untuk pulang, melainkan untuk menjalani observasi kejiwaan ketat di bawah pengawasan kepolisian guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.