![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) — Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) resmi meluncurkan Gerakan Nasional Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa (12/5).
Program ini difokuskan untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI), prevalensi stunting, hingga pencegahan kanker serviks.
Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Islami Mutiara Bunda dan Puskesmas Tanjung ini menjadi respons atas tingginya angka kematian ibu di Indonesia yang mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito, menyatakan bahwa sinergi antara sektor swasta dan pemerintah daerah dalam program ini merupakan langkah krusial untuk mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Ini wujud nyata sinergi yang patut dicontoh. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun ibu hamil di Brebes yang tidak terlindungi JKN, terutama dari keluarga kurang mampu," ujar Prihati dalam keterangannya, Selasa (12/5).
Sekretaris Jenderal POGI, dr. Ulul Albab SpOG, mengungkapkan adanya pergeseran tren penyebab kematian ibu di Indonesia. Jika sebelumnya didominasi oleh perdarahan dan hipertensi, kini faktor penyakit penyerta menjadi ancaman utama.
"Penyebab tertinggi bergeser menjadi komplikasi non-obstetri seperti penyakit jantung dan penyakit penyerta lainnya. Hampir 32 persen kasus disebabkan oleh hal tersebut," jelas Ulul.
Ia menjelaskan bahwa penanganan AKI tidak bisa hanya mengandalkan tenaga medis, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor dan kesadaran preventif dari masyarakat, termasuk dalam menghadapi ancaman kanker serviks.
Dalam aksi sosial ini, sebanyak 200 ibu hamil menerima bantuan paket nutrisi yang terdiri dari vitamin, susu, telur, dan beras. Selain bantuan fisik, para peserta juga menjalani proses screening kesehatan dan ultrasonografi (USG).
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, yang meninjau langsung proses pemeriksaan mengingatkan para ibu hamil untuk menjaga pola makan dan menghindari konsumsi makanan instan.
"Perbanyak makan buah, sayur, dan ikan. Hindari makanan yang tidak ada gizinya agar persalinan nanti lancar dan bayi sehat," kata Paramitha saat berdialog dengan warga.
Gerakan SPRIN diharapkan mampu mengubah paradigma kesehatan perempuan dari sekadar isu sektoral menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.