![]() |
|
|
PanturaNews (Pemalang) — Di sebuah sudut Desa Belik, Kabupaten Pemalang, harapan seringkali tumbuh setinggi tanaman padi di sawah, namun tak jarang layu karena keterbatasan biaya.
Namun bagi Kirmanto (25), nasib bukanlah sesuatu yang harus diterima begitu saja, melainkan medan yang harus ditaklukkan.
Lahir sebagai anak ketujuh dari delapan bersaudara, Kirmanto tumbuh di tengah keluarga sederhana.
Orang tuanya, yang hanya menamatkan pendidikan Sekolah Dasar, setiap hari bergelut dengan tanah sebagai petani. Di keluarganya, pendidikan tinggi adalah barang mewah yang belum pernah terjamah oleh enam kakaknya.
"Saya ingin memutus rantai itu," gumam Kirmanto saat mengenang masa awal perjuangannya, Senin 11 Mei 2026.
Perjalanan Kirmanto tidak mulus. Mimpi awalnya untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Purwokerto sempat kandas. Kegagalannya di jalur SBMPTN disusul dengan hantaman pandemi Covid-19 pada tahun 2020 yang membuat mobilitasnya lumpuh total.
Namun, di tengah ketidakpastian itu, pintu nasib terbuka melalui Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Melalui skema beasiswa penuh Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, ia tidak hanya bisa belajar secara gratis, tetapi juga mendapatkan uang saku bulanan untuk bertahan hidup di kota orang.
Selama kuliah di Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Kirmanto tak sekadar mengejar angka di atas kertas. Ia melatih mentalnya dengan menjadi relawan garda depan di PMI Yogyakarta, bertugas menangani laporan kecelakaan hingga bencana alam.
Ketekunan itu berbuah manis. Desember 2024, Kirmanto resmi menyandang gelar sarjana dengan predikat cumlaude dan IPK nyaris sempurna, 3,83. Tak butuh waktu lama baginya untuk "dilirik" oleh raksasa industri.
Hanya dua bulan setelah wisuda, ia resmi diterima di PT Nestlé Indonesia. Kini, anak desa dari Pemalang itu berkantor di Bandaraya Factory, Batang, menjabat sebagai fresh milk analyst. Tugasnya vital, yakni memastikan setiap tetes susu yang diolah memiliki standar nutrisi dan kualitas global.
"Kunci sukses saya adalah pendampingan dari kampus. Kami diajari cara membuat CV yang profesional hingga simulasi wawancara kerja," ungkapnya.