Kisah Warningsih, Puluhan Tahun Berteman Dinding Bambu Kini Dapat Rumah Layak dari Presiden
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Minggu, 10/05/2026, 01:00:45 WIB

PanturaNews (Brebes) — Selama lebih dari 50 tahun, Warningsih (45) tak pernah membayangkan akan memiliki rumah dengan dinding tembok yang kokoh.

Seumur hidupnya, janda satu anak ini tinggal di sebuah rumah tua warisan orang tuanya di Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, dengan kondisi yang kian mengkhawatirkan.

Dinding rumahnya hanyalah geribig atau anyaman bambu yang sudah mulai rapuh dan bolong di sana-sini. Saat angin kencang atau hujan deras melanda pesisir Brebes, Warningsih hanya bisa mendekap erat putrinya, Anggun (6), sambil berharap rumah kayu itu tetap berdiri tegak.

"Sejak kecil saya di sini bersama orang tua. Sekarang dindingnya sudah rapuh dimakan usia, tidak ada WC yang layak juga," tutur Warningsih dengan suara lirih saat ditemui di kediamannya, Sabtu (9/5).

Bertahan di Tengah Keterbatasan

Untuk menyambung hidup dan membiayai pendidikan Anggun, Warningsih mengandalkan penghasilan kecil dari berjualan jajanan anak-anak. 

Di teras rumah yang lapuk itulah, ia menggantungkan harapannya setiap hari. Baginya, memperbaiki rumah adalah mimpi yang terlalu mewah di tengah himpitan ekonomi.

Namun, Sabtu pagi itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait datang langsung ke desanya untuk menyerahkan bantuan program bedah rumah.

Warningsih menjadi salah satu dari 600 warga Brebes yang rumahnya terpilih untuk dibangun kembali menjadi hunian layak melalui bantuan pemerintah pusat.

Air Mata untuk Presiden

Saat menerima secara simbolis bantuan tersebut, air mata Warningsih pecah. Ia tak henti-hentinya mengucap syukur. Di hadapan para pejabat yang hadir, ia menitipkan pesan terima kasih yang mendalam untuk Kepala Negara.

"Alhamdulillah senang sekali. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan semua yang sudah membantu rumah saya. Akhirnya anak saya bisa tinggal di tempat yang lebih baik," ucapnya sambil menyeka air mata.

Komitmen Perumahan Rakyat

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa kisah Warningsih adalah potret nyata mengapa program perumahan harus tepat sasaran. Ia memastikan bahwa pembangunan rumah Warningsih dan ratusan warga lainnya di Jawa Tengah akan dilakukan dengan standar kelayakan yang baik.

"Kita ingin pembangunan ini menghadirkan kebahagiaan bagi penerima. Bukan sekadar bangun tembok, tapi membangun harapan," tegas Menteri yang akrab disapa Ara tersebut.

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengaku ikut bahagia melihat warganya mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat.

"Program bedah rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga menghadirkan harapan baru dan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat kecil," tuturnya.

Kini, Warningsih tak lagi hanya memandangi dinding bambu yang lapuk. Ia mulai membayangkan rumah yang aman dan nyaman untuk dirinya dan sang buah hati. Di tengah keterbatasan hidup yang dijalani bertahun-tahun, bantuan itu menjadi hadiah paling berharga yang menghidupkan kembali harapan seorang ibu sederhana di Brebes.