![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan aksi "keroyok" bersama dalam menangani kemiskinan ekstrem di Kabupaten Brebes.
Dalam kunjungan kerja tahun anggaran 2026 ini, Pemprov Jateng resmi menggelontorkan bantuan lebih dari Rp40 miliar untuk Kabupaten Brebes.
Luthfi menegaskan bahwa Brebes menjadi skala prioritas karena merupakan wilayah strategis perbatasan dan lumbung pangan nasional. Namun, ia menyoroti anomali di mana angka putus sekolah masih menjadi tantangan di balik besarnya potensi pertanian.
"Prinsipnya, tidak ada kabupaten yang kita tinggal. Brebes ini barometer nasional, tapi parameter kemiskinannya harus kita bedah. Anak lulus SMP jangan langsung kerja, harus sekolah. Kita siapkan sistem sekolah gratis agar mereka punya nilai jual di pasar industri," tegas Luthfi dalam kunjungan kerjanya di Pendopo Brebes, Kamis 7 Mei 2026.
Selain fokus pada bantuan sosial, Gubernur Luthfi membawa kabar baik mengenai iklim investasi. Ia mengungkapkan bahwa Jawa Tengah kini menjadi magnet bagi investor mancanegara berkat jaminan keamanan dan stabilitas hukum.
"Di Brebes ini nanti akan dibangun pabrik susu terbesar di Asia Tenggara yang akan menyuplai 15 persen kebutuhan nasional. Saya minta Bupati segera petakan kawasan industri baru, minimal 50 hektar. Kita geser dari padat karya ke padat modal agar masyarakat kita lebih makmur," terangnya.
Menanggapi arahan tersebut, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengeksekusi bantuan Pemprov senilai lebih dari Rp40 miliar tersebut agar tepat sasaran dan tidak berhenti pada tahap seremonial.
"Dukungan Bapak Gubernur sangat besar dan menjangkau seluruh dimensi kepemimpinan kami. Kami pastikan setiap rupiah akan dikawal dari hulu ke hilir, mulai dari sektor pendidikan, pertanian, hingga infrastruktur wisata," ujar Paramitha.
Bupati memaparkan rincian penggunaan anggaran bantuan tersebut:
Pendidikan: Rp16,5 miliar untuk 101 sekolah.
Infrastruktur: Rp11 miliar untuk akses jalan kawasan wisata Waduk Penjalin.
Pertanian: Rp7,03 miliar untuk irigasi tersier dan benih.
Sosial & Pemukiman: Alokasi untuk Bansos KUBE, rumah baru korban bencana, dan revitalisasi balai latihan kerja.
Di hadapan Gubernur, Paramitha juga melaporkan capaian tahun pertama kepemimpinannya melalui tagline Brebes Mlayu. Beberapa intervensi konkret yang telah berjalan di antaranya:
Program Gas Rolas: Berhasil mengembalikan 628 anak putus sekolah ke bangku sekolah.
Kesehatan: Layanan door-to-door bagi 24.000 warga pelosok dan penurunan angka stunting.
Hunian: Renovasi 1.375 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dan 1.581 jambanisasi.
"Brebes menyumbang 60 persen produksi bawang merah di Jawa Tengah dan 20 persen secara nasional. Produksi padi kami pada 2025 juga melampaui target, mencapai 600 ribu ton," tegasnya.