Soroti Anggaran Pendidikan, DPRD Kota Tegal Pertemukan Mahasiswa dengan Wali Kota
LAPORAN JOHARI
Kamis, 07/05/2026, 14:28:49 WIB
Pertamuan mahasiswa dan wali kota di gedung DPRD.

PanturaNews (Tegal) - Sejumlah mahasiswa mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal untuk dipertemukan dengan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono untuk mempertanyakan anggaran pendidikan.

Dan akhirnya Ketua DPRD berhasil mempertemukan Wali Kota Tegal Dedy Yon dengan perwakilan Aliansi Mahasiswa Tegal (AMT) di ruang rapat Komisi I, Rabu, 06 Mei 2026. 

Pertemuan digelar untuk memenuhi tuntutan Mahasiswa agar dipertemukan dengan orang nomor 1 di Kota Bahari itu, pada audiensi sehari sebelumnya.

Hadir dalam pertemuan, Ketua DPRD Kusnendro, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tazkiyyatul Muthmainnah, Ketua Komisi I Moh. Muslim dan sejumlah anggota DPRD. Sementara dari Mahasiswa hadir perwakilan dari KAMMI dan GMNI.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro mengatakan pihaknya menggelar audiensi kembali untuk memenuhi tuntutan Mahasiswa. Di mana pada audiensi yang digelar pada Selasa, 5 Mei 2026 mereka meminta agar dihadirkan Wali Kota Tegal.

"Hari ini, Wali Kota Tegal sudah berkenan hadir. Sehingga, kami persilahkan kepada perwakilan untuk menyampaikan aspirasinya," katanya.

Aliansi Mahasiswa Tegal dari KAMMI Isman Halim menyampaikan delapan tuntutan utama pada saat audiensi hari. Menurutnya, tuntutan dibagi menjadi beberapa hal, utamanya realisasi anggaran untuk pendidikan sendiri. 

"Kemarin kita sudah mendengar jawaban jika realisasi di Kota Tegal 21,7 persen. Meski alokasinya besar tapi kami ingin mengawal sejauh mana penyerapannya," katanya.

Selanjutnya, kata Isman, mahasiswa juga menyoroti ketersediaan ruang aman dan nyaman di kelas. Selain itu, kesejahteraan guru juga diminta disupport dan anggaran dimaksimalkan. 

"Ada yang perlu diperhatikan, yakni proses siswa dalam pembelajaran. Jangan sampai siswa malah tidak nyaman dan aman saat sekolah," jelasnya.

Isman juga menyampaikan beberapa masukan dari mahasiswa. Antara lain, memperhatikan lagi organisasi pelajar terbina. 

"Sering kali, mendampingi mereka mengadakan event. Kesulitan butuh tempat untuk rapat, mengadakan acara. Beberapa kali ke DPRD sedikit agak alot," jelasnya.

Sementara perwakilan dari GMNI Muhammad Yusriannizar menyoroti pelaksanaan program Asela Dijaketi. Di mana, pada 2024 angka putus sekolah mencapai 70 ribu. 

"Tahun 2021 program tersebut berjalan, tapi tahun 2024 malah tinggi. Kemudian kami berharap agar acara seremonial yang tidak berdampak terhadap masyarakat, lebih baik dikurangi," terangnya.

Menanggapi itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menegaskan pendidikan menjadi salah satu prioritas dari Pemerintah Kota. Sebagai bukti, untuk anggaran pendidikan alokasinya mencapi 21 persen.

"Selain itu, kami juga sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka putus sekolah. Salah satunya dengan melibatkan relawan pendidikan," jelasnya.