![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Pemerintah Kabupaten Brebes melakukan terobosan besar untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang sama.
Melalui peluncuran program ARJUNA (Akselerasi, Responsif, Jaminan Layanan, Universal, dan Nondiskriminatif), Brebes kini resmi memulai era baru pendidikan inklusif.
Peluncuran program ini dipimpin langsung oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, di SD Negeri Klampok 01, Kecamatan Wanasari, Kamis (30/4/2026).

Selama ini, akses pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Brebes masih terkendala jarak. Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada saat ini hanya terpusat di wilayah Brebes kota dan Bumiayu.
"Tidak boleh ada lagi anak yang merasa tertinggal atau terpinggirkan. Melalui ARJUNA, layanan pendidikan inklusi di Brebes harus semakin kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan," tegas Bupati Paramitha saat meresmikan program tersebut.
Kepala Dindikpora Kabupaten Brebes, Sutaryono, menjelaskan bahwa program ini adalah strategi kunci untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS).
Untuk itu, pihaknya akan memulai proyek percontohan di enam sekolah tahun ini sebelum diperluas ke 20 sekolah di berbagai kecamatan.
Ia juga menegaskan target besarnya bahwa pada tahun 2027, seluruh sekolah reguler hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Brebes diwajibkan sudah menjadi sekolah inklusif.
"Tahun ini kami memulai pilot project di enam sekolah percontohan, yang kemudian segera kami perluas ke 20 sekolah di berbagai kecamatan. Target finalnya, pada tahun 2027 seluruh sekolah reguler hingga PKBM di Brebes wajib menjadi sekolah inklusif." terangnya.
Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Aditya Perdana, menambahkan bahwa kunci kesuksesan ARJUNA terletak pada SDM.
Menurut data, ada sekitar 330 ABK di Brebes yang belum terlayani secara optimal.
"Satu guru pendamping idealnya menangani maksimal lima anak. Kami akan memastikan kapasitas sekolah dalam menerima siswa sejalan dengan ketersediaan tenaga pendamping yang kompeten," ujar Aditya.

Momentum peluncuran ini juga diwarnai rasa haru saat Putri Maulida, siswa kelas 6 ABK, menyampaikan harapannya. Siswa yang bercita-cita menjadi pramugari ini berharap program ARJUNA membuat sekolah menjadi tempat yang lebih adil
Kegiatan launching juga diwarnai dengan sejumlah momen menarik. Salah satunya adalah saat Kepala Dindikpora Kabupaten Brebes bermain catur bersama seorang siswa ABK bernama Sisilia dari SDN Klampok 01.
Selain itu, penampilan fashion show dari siswa tunagrahita turut memeriahkan acara dan menjadi simbol semangat inklusivitas dalam dunia pendidikan.bagi anak-anak seperti dirinya.
Dengan program ARJUNA, Pemkab Brebes optimis dapat menghapus stigma dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi setiap anak untuk meraih masa depan yang lebih cerah.