![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) — Guna mengakselerasi peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Jawa Tengah, Djarum Foundation bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes meluncurkan program kolaborasi Corporate Social Responsibility (CSR).
Program ini menitikberatkan pada tiga pilar utama: pembangunan rumah layak huni, penyediaan sanitasi terpadu, dan penguatan ekonomi desa.
Acara peresmian atau kick off ceremony tersebut dilangsungkan di Desa Rungkang, Kecamatan Losari, Brebes, Rabu (29/4).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah untuk menekan angka stunting melalui perbaikan lingkungan tempat tinggal.
General Manager Community Development Djarum Foundation, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bentuk komitmen berkelanjutan.
Menurutnya, masalah kesehatan seperti stunting tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi nutrisi, tetapi juga harus didukung oleh hunian yang sehat.
"Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) ini kami jalankan untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat secara fundamental. Sanitasi terpadu yang baik akan berdampak langsung pada kesehatan lingkungan dan kesejahteraan warga," ujar Achmad.
Dalam tahap awal ini, sebanyak 10 kepala keluarga di Desa Rungkang telah menerima kunci rumah hasil renovasi. Selain fisik bangunan, program ini juga mencakup pembangunan 100 unit sanitasi dan sambungan air bersih di tiga desa berbeda.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah membuat peran sektor swasta menjadi sangat vital dalam pembangunan infrastruktur dasar.
"Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen. Kami ingin ini bukan sekadar seremonial, tetapi benar-benar mengubah perilaku hidup masyarakat agar lebih sehat dan sadar akan pentingnya air bersih," kata Bupati Mitha.
Ia juga menginstruksikan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan pendampingan pascaprogram.
Hal ini dilakukan agar fasilitas yang telah dibangun dapat dikelola secara mandiri oleh desa melalui BUMDes dan koperasi.
Program kolaborasi ini juga bertepatan dengan peringatan 75 tahun PT Djarum dan 40 tahun Djarum Foundation.
Selain sektor permukiman, PT Djarum juga memperkuat ekonomi lokal di lima desa melalui pendampingan manajerial pada unit usaha desa.
Meski bantuan telah disalurkan, Pemkab Brebes mengakui tantangan di lapangan masih besar.
Masih terdapat ratusan unit rumah di wilayah tersebut yang masuk kategori tidak layak huni. Oleh karena itu, sinergi ini diharapkan terus berlanjut sebagai model pembangunan daerah yang berkelanjutan antara pemerintah dan dunia usaha.