Trauma Berat, Korban Perundungan Viral di Tegal Kini Sulit Diajak Bicara Mengenai Kejadian
LAPORAN TIM PANTURANEWS
Selasa, 28/04/2026, 12:16:02 WIB

PanturaNews (Tegal) – Kondisi psikologis remaja putri yang menjadi korban perundungan di Desa Pengabean, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, dilaporkan kian memprihatinkan. 

Selain mengalami luka fisik, korban kini menderita trauma berat yang berdampak pada kemampuan komunikasinya.

Keluarga korban mengungkapkan, bahwa remaja yang sempat viral karena dianiaya di sebuah lapangan itu kini menunjukkan perubahan perilaku yang drastis. 

Saat mencoba diajak berkomunikasi mengenai kronologi kejadian, korban cenderung menutup diri dan memberikan respons yang sangat lambat.

"Anaknya mengalami trauma. Kalau ditanya atau diajak bicara soal kejadian itu, responnya lambat dan susah sekali. Seolah ingatannya tertekan oleh rasa takut," ujar salah satu anggota keluarga korban melalui keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026).

Namun, keluarga mencatat adanya anomali dalam kondisi tersebut. Korban masih mampu merespons dengan cepat dan normal jika diajak berbicara mengenai topik lain yang tidak berkaitan dengan aksi kekerasan yang menimpanya. 

Hal ini memperkuat dugaan adanya luka psikis mendalam atau gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Fakta Baru: Lokasi Penganiayaan Berpindah-pindah

Selain masalah mental, fakta mengejutkan kembali terungkap. Berdasarkan pengakuan keluarga, aksi kekerasan tersebut ternyata tidak hanya terjadi satu kali sebagaimana yang terekam dalam video viral pertama.

Setelah dianiaya di lapangan terbuka, korban diduga dibawa paksa oleh para pelaku ke kawasan pantai (Pai). Di lokasi kedua inilah, korban kembali dikeroyok oleh tiga orang pelaku.

"Kami sudah memiliki bukti-bukti video lainnya. Kejadiannya berlanjut, dari lapangan dibawa lagi ke laut (pantai) lalu dikeroyok lagi oleh tiga orang," lanjut pihak keluarga.

Proses Hukum Berjalan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini, pihak keluarga telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwajib dan menyerahkan sejumlah bukti video untuk memperkuat penyidikan. 

Keluarga menegaskan tidak akan menempuh jalan damai dan menuntut keadilan sepenuhnya bagi korban.

"Tadi sudah ada pihak yang menangani kasus ini secara resmi. Kami mohon doa agar pelaku dapat hukuma seadil-adilnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian setempat dikabarkan tengah melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lokasi kejadian. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan video kekerasan tersebut demi menjaga privasi dan masa depan korban