638 Gedung Sekolah di Brebes Rusak, Usulan Revitalisasi Diajukan ke Pusat
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Selasa, 28/04/2026, 11:02:11 WIB

PanturaNews (Brebes) — Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kian memprihatinkan. 

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) setempat mencatat sebanyak 638 gedung sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP mengalami kerusakan dan kini tengah diajukan perbaikannya ke pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2026.

Urgensi perbaikan ini mencuat menyusul ambruknya tiga ruang kelas di SD Negeri Kubangsari 03, Kecamatan Ketanggungan. 

Bangunan yang lapuk dimakan usia tersebut sudah tidak dapat digunakan, sehingga mengganggu kelancaran proses belajar mengajar.

Demi melanjutkan kegiatan belajar, pihak SDN Kubangsari 03 terpaksa menerapkan sistem pembagian waktu atau sif. 

Sri Asih, salah satu guru di sekolah tersebut, mengungkapkan bahwa siswa kelas rendah (1-3) masuk pagi dan pulang lebih awal pada pukul 10.00 WIB. Sementara itu, siswa kelas tinggi (4-6) baru memulai pelajaran setelahnya hingga pukul 15.00 WIB.

"Kami bahkan harus menyulap ruang kantor kepala sekolah menjadi ruang kelas darurat bagi siswa kelas 6 agar mereka tetap bisa belajar," kata Sri Asih saat dikonfirmasi, Selasa 28 April 2026.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindikpora Brebes, Aditya Perdana, menjelaskan bahwa ratusan sekolah yang rusak tersebut saat ini sudah masuk dalam daftar panjang (long list) revitalisasi. Pihaknya kini menunggu realisasi berdasarkan sinkronisasi data pada sistem Dapodik.

Aditya mengatakan bahwa faktor utama keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab perawatan sekolah tidak sepenuhnya bertumpu pada pemerintah daerah atau pusat.

"Kepala sekolah diharapkan tidak pasif. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) memiliki pos anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana. Perbaikan ringan sebaiknya segera dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kerusakan tidak menjadi berat dan membahayakan," tutur Aditya.