Seorang Advokat dan Aktivis LSM Asal Brebes Tewas di Hotel Tegal, Mulut Mengeluarkan Busa
.
Sabtu, 25/04/2026, 16:36:51 WIB

PanturaNews (Tegal) — Seorang pria berinisial AS (57), yang dikenal sebagai advokat sekaligus aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel di Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (25/4) pagi. 

Saat ditemukan, kondisi jenazah korban mengeluarkan busa dari bagian mulut.

Korban yang merupakan warga Kabupaten Brebes tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Rani. Berdasarkan keterangan saksi, korban berada di hotel tersebut untuk urusan koordinasi bantuan hukum.

Detik-detik Sebelum Kejadian

Rani menceritakan bahwa kondisi kesehatan korban mulai terlihat menurun sejak Sabtu dini hari. Kepada saksi, AS sempat mengeluhkan sesak napas yang hebat dan mengaku memiliki riwayat penyakit asma.

"Malam itu Bapak sempat sesak napas dan bilang kalau sekarang dia punya asma," ujar Rani saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Melihat kondisi korban, Rani sempat berusaha memberikan pertolongan dengan membeli obat di apotek terdekat. 

Ia bahkan mengaku sempat meminjam uang kepada pihak resepsionis hotel karena kekurangan biaya saat hendak menebus obat tersebut.

Upaya pertolongan tersebut sayangnya terlambat. Sekembalinya dari apotek, Rani menemukan AS sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam kamar.

"Waktu itu Bapak sudah selesai salat sunah dan subuh. Saya diminta beli obat. Tapi begitu saya kembali ke kamar, Bapak sudah tidak bernapas," ungkap Rani.

Saksi menyebutkan korban ditemukan dalam posisi duduk. Hal yang mengejutkan, terdapat busa yang keluar dari mulut korban, yang kemudian memicu kepanikan dan laporan segera ke pihak manajemen hotel serta kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Tegal Barat bersama Tim Inafis Polres Tegal Kota segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas melakukan identifikasi awal dan mengumpulkan barang bukti di sekitar kamar hotel.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban, termasuk dugaan adanya keracunan atau murni faktor kesehatan.

Jasad korban sudah dievakuasi ke RSU Islam Harapan Anda untuk penanganan lebih lanjut dan pemeriksaan medis (visum). Polisi masih mendalami keterangan saksi-saksi.