Kolaborasi BRIN dan Komisi X DPR RI, Gelar Pelatihan Digital Marketing Bagi Pelaku UMKM
LAPORAN JOHARI
Sabtu, 25/04/2026, 14:47:22 WIB
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih.

PanturaNews (Tegal) – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar pelatihan digital marketing bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pelatihan digital ini tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat terutama kepada pelaku UMKM agar produknya dikenal masyarakat luas dan laku. 

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dan berlangsung di Hotel Bahari Inn, Kota Tegal, Jawa Tengah Sabtu 25 April 2026.

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menyampaikan apresiasi terhadap peran BRIN dalam mendorong inovasi melalui berbagai riset yang dibutuhkan masyarakat.

“Komisi X tentu mengapresiasi dan terus mendorong agar BRIN melakukan banyak inovasi, terutama riset-riset yang memang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Fikri mengungkapkan, sejumlah hasil riset BRIN yang dipaparkan mencakup bidang pangan, kesehatan, hingga teknologi informasi.

Menurutnya, hal itu menjadi penting dalam menjawab tantangan ke depan, khususnya pascapandemi.

“Ke depan, tantangan kita adalah bagaimana bisa mandiri secara pangan dan kesehatan,” kata Fikri.

Fikri menegaskan, sebagai lembaga riset tunggal di Indonesia, BRIN memiliki tanggung jawab besar dalam mengkoordinasikan para peneliti agar hasil riset tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dihilirisasi dan dimanfaatkan secara luas oleh industri.

“Jangan hanya berhenti di jurnal. Industri harus bisa menangkap hasil riset ini untuk kemudian diproduksi secara massal demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Fikri menambahkan, DPR RI, khususnya Komisi X, akan terus mengawal penguatan ekosistem riset nasional, baik dari sisi anggaran maupun regulasi.

Hal itu dilakukan agar para peneliti tidak terbebani persoalan birokrasi maupun pendanaan. “Kita ingin semua dibuat lebih sederhana, peneliti bisa fokus pada substansi risetnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fikri berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga riset, industri, dan perguruan tinggi untuk mendorong kemajuan riset nasional.

“Tanpa sinergi, mustahil riset kita bisa maju dan bersaing dengan negara lain,” pungkasnya.