![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Pemerintah Kabupaten Brebes bersama Kodim 0713/Brebes resmi memulai program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, titik berat pembangunan kali ini diarahkan pada penguatan ketahanan desa di wilayah rawan bencana.
Desa Sridadi, sebuah wilayah di Kecamatan Sirampog yang secara geografis berada di garis rawan longsor, dipilih menjadi lokasi pusat kegiatan.
Program ini dibuka secara resmi melalui upacara di Lapangan SD Negeri 02 Sridadi pada Rabu, 22 April 2026.
Wakil Bupati Brebes, Wurja, dalam pidato pembukaannya menyatakan bahwa intervensi TMMD di Desa Sridadi bersifat strategis. Mengingat karakteristik tanah di wilayah Sirampog yang labil, pembangunan fisik tidak lagi sekadar mengejar aksesibilitas, melainkan daya tahan.
"Pembangunan melalui TMMD diharapkan tidak hanya meningkatkan akses wilayah, tetapi juga memperhatikan aspek mitigasi bencana. Kami ingin infrastruktur yang dibangun lebih kuat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Wurja.
Wurja mengatakan bahwa program ini merupakan upaya pemerintah untuk memperkecil celah ketimpangan infrastruktur di pedesaan, sekaligus mengedukasi warga tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana.
Senada dengan Wurja, Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Infanteri Ambariyantomo, menyebut TMMD sebagai "ruang temu" antara TNI, pemerintah, dan rakyat.
Selain menyasar pembangunan fisik seperti jalan atau talud pengaman, TMMD Sengkuyung ini juga mengagendakan kegiatan non-fisik guna meningkatkan kapasitas warga.
"TMMD ini wujud nyata sinergi dalam mempercepat pembangunan desa. Kami menyasar kesejahteraan sekaligus ketahanan wilayah secara utuh," kata Ambariyantomo.
Peresmian program ini ditandai dengan penyerahan alat kerja secara simbolis dan penandatanganan naskah kerja sama antara Pemkab Brebes dengan pihak Kodim.
Tak sekadar seremoni, acara pembukaan juga diisi dengan pelayanan publik langsung, mulai dari pengobatan gratis, bazar murah, hingga penyaluran bantuan sembako bagi warga terdampak ekonomi.
Ratusan personel dari berbagai unsur TNI, Polri, BPBD, hingga pelajar, tampak memenuhi lapangan upacara, menggambarkan semangat gotong royong yang menjadi napas utama program TMMD sejak dahulu.