Masuk Nominasi JETA 2026, Brebes Bersaing Ketat dengan 6 Kabupaten di Jateng
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Rabu, 22/04/2026, 22:11:39 WIB

PanturaNews (Brebes) — Kabupaten Brebes resmi mengamankan posisi dalam daftar elit tujuh besar finalis Jateng Energy Transition Awards (JETA) 2026. 

Capaian ini menempatkan Brebes dalam persaingan ketat dengan enam kabupaten lainnya di Jawa Tengah untuk memperebutkan predikat terbaik dalam implementasi transisi energi hijau.

Kepastian ini didapat setelah tim penilai dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah melakukan verifikasi lapangan ke Pulau Cemara, Desa Sawojajar, Selasa (21/4). 

Visitasi ini merupakan tahap akhir untuk membuktikan validitas inovasi yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes.

Brebes tidak sendirian di kursi finalis. Berdasarkan data Dinas ESDM Jateng, Brebes harus beradu inovasi dengan Wonosobo, Boyolali, Rembang, Karanganyar, Jepara, dan Pekalongan. 

Keenam daerah tersebut dikenal memiliki program unggulan masing-masing dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jateng melalui perwakilannya, Andi, menyebutkan bahwa persaingan tahun ini sangat kompetitif karena setiap daerah mulai menonjolkan potensi lokal yang spesifik.

"Hasil visitasi lapangan ini akan kami akumulasikan dengan nilai presentasi. Kami melihat komitmen kuat dari Brebes, namun pemenang akan ditentukan oleh sejauh mana dampak riil energi tersebut bagi masyarakat," ujar Andi.

Strategi Brebes untuk memenangkan JETA 2026 berfokus pada elektrifikasi mandiri di kawasan wisata terpencil. 

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Pulau Cemara menjadi senjata utama karena mampu menjawab dua persoalan sekaligus: ketiadaan akses listrik PLN dan polusi akibat penggunaan genset.

Wakil Bupati Brebes, Wurja, mengaku optimis Brebes dapat berbicara banyak di tingkat provinsi. Menurutnya, inovasi di Pulau Cemara bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan menciptakan cetak biru (blueprint) bagi wilayah pesisir lainnya.

"Hingga saat ini, Pulau Cemara masih bergantung pada genset yang biaya operasionalnya tinggi dan tidak ramah lingkungan. Dengan PLTS, kita tunjukkan bahwa sektor wisata bisa mandiri energi. Kami optimis hasil penilaian lapangan ini akan positif," tegas Wurja.

Selain aspek teknis, penilaian JETA 2026 juga mencakup aspek keberlanjutan dan keterlibatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mengelola aset energi tersebut.

Jika berhasil menang, Brebes tidak hanya akan mendapatkan penghargaan prestisius, tetapi juga berpeluang mendapatkan dukungan pendanaan lebih besar dari Pemerintah Provinsi untuk replikasi model energi hijau di wilayah lain. 

Pengumuman pemenang JETA 2026 dijadwalkan akan dilakukan secara langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam waktu dekat.