Menteri LH Puji Jateng: Pengelolaan Sampah Lampaui Rata-rata Nasional!
.
Senin, 13/04/2026, 19:45:23 WIB

PanturaNews (Jakarta) - Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menangani krisis sampah. 

Hanif menyebut capaian pengelolaan sampah di Jateng saat ini telah melampaui rata-rata nasional.

Berdasarkan data Kementerian LH, tingkat pengelolaan sampah di Jawa Tengah kini telah menyentuh angka 30 persen. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan capaian nasional yang berada di level 26 persen.

"Jawa Tengah termasuk provinsi dengan pengolahan sampah yang bagus. Ini capaian yang baik dan mendukung target RPJMN 2026 sebesar 63,41 persen," ujar Hanif usai penandatanganan nota kesepahaman pengolahan sampah regional di Kantor Kementerian LH, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Puji Kepemimpinan Ahmad Luthfi

Hanif secara khusus memuji gerak cepat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta jajarannya dalam merespons dinamika persoalan lingkungan di lapangan. Menurutnya, keseriusan tersebut terlihat dari progresivitas pembangunan infrastruktur pengolahan sampah.

"Terima kasih atas antusiasme dan kerja keras Gubernur yang cukup cepat dalam mengatasi dinamika di Jawa Tengah. Apalagi didukung Kepala Dinas yang trengginas," ungkap Hanif.

Apresiasi ini diberikan menyusul langkah Jateng yang resmi menambah dua wilayah aglomerasi pengolahan sampah baru, yakni Pekalongan Raya dan Tegal Raya, melengkapi wilayah Semarang Raya yang sudah berjalan sebelumnya.

Kontribusi Signifikan 3.000 Ton per Hari

Tiga wilayah aglomerasi tersebut diproyeksikan mampu memproses hingga 3.000 ton sampah per hari. Hanif menilai keberadaan aglomerasi regional adalah solusi konkret untuk mengejar ketertinggalan pengelolaan sampah di tingkat daerah.

Meskipun memuji, Hanif mengingatkan bahwa masih ada "pekerjaan rumah" besar berupa 14.300 ton sampah harian di Jateng yang belum tertangani sepenuhnya. Namun, ia optimis model aglomerasi di Jateng bisa menjadi percontohan nasional.

"Total aglomerasi se-Indonesia yang akan kami sampaikan ke Presiden berjumlah 35, termasuk yang terbaru di Jateng ini," imbuhnya.

Komitmen Keberlanjutan

Menanggapi pujian tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan bahwa capaian ini adalah hasil kolaborasi lintas daerah. Ia menegaskan tidak akan berpuas diri karena volume sampah terus tumbuh 8-11 persen setiap tahunnya.

"Harapan kita setelah penandatanganan ini segera dieksekusi. Aglomerasi ini adalah jawaban untuk daerah yang timbulan sampahnya di atas 1.000 ton per hari agar menjadi zonasi regional yang terintegrasi," tegas Luthfi.

Sebagai informasi, saat ini Pemprov Jateng tengah menggencarkan transformasi TPA menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta memperluas penggunaan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di berbagai kabupaten/kota.