![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Di tengah gempuran modernisasi yang kian kencang, sebuah kampung adat di kaki Gunung Kumbang, Kabupaten Brebes, tetap teguh memegang teguh akar budayanya.
Kampung Jalawastu, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, yang masyarakatnya masih setia menggunakan bahasa Sunda dan mengonsumsi nasi jagung hasil bumi sendiri, baru saja menggelar Upacara Ngasa, sebuah ritual sedekah gunung yang sarat akan makna filosofis.
Warisan yang Terjaga Sejak Abad ke-19

Tradisi Ngasa bukanlah ritual baru. Upacara syukur atas hasil pertanian ini tercatat telah dilaksanakan sejak masa kepemimpinan Bupati Brebes ke-IX, Raden Arya Candranegara, pada tahun 1880-an.
Keunikan dan nilai historisnya yang kuat membuat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) menetapkan Upacara Ngasa sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
Pada tahun ini, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma hadir langsung di tengah masyarakat adat Jalawastu untuk menyaksikan dan merayakan tradisi turun-temurun ini.
"Yang membuat Ngasa istimewa bukan hanya ritualnya, tapi filosofisnya. Makan bersama di atas daun pisang, tanpa daging, tanpa lauk hewani, mengikuti jejak leluhur yang mengajarkan bahwa hidup yang baik itu sederhana dan selaras dengan alam," ujar Paramitha dalam sambutannya, Selasa 24 Maret 2026.
Filosofi Kesederhanaan dan Keselarasan
Menurut Paramitha, ritual ngasa menekankan pada konsep kedekatan manusia dengan sang pencipta dan alam semesta.
Bagi masyarakat Jalawastu, Ngasa adalah pengingat bahwa di tengah dunia yang terus berubah dengan cepat, menjaga hubungan harmonis dengan alam adalah kunci keberlangsungan hidup.
Komitmen Pemerintah Daerah
Kehadiran Bupati Paramitha Widya Kusuma juga membawa pesan penting mengenai peran pemerintah dalam pelestarian budaya.
Menurutnya, pemerintah tidak hadir untuk mengubah tatanan nilai yang sudah ada di Jalawastu, melainkan untuk memberikan dukungan agar tradisi tersebut tetap lestari.
"Di tengah dunia yang makin cepat berubah, Jalawastu memilih untuk tidak meninggalkan akarnya. Dan tugas pemerintah bukan mengubah mereka, tapi memastikan tradisi ini tetap hidup dan kampung ini tetap terjaga," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Kampung Jalawastu sebagai destinasi wisata budaya yang tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan dan kearifan lokal.