Ikuti Google Maps, Pemudik Satu Keluarga Asal Banyumas Malah Tersesat di Hutan Pemalang
.
Selasa, 24/03/2026, 15:37:15 WIB
Foto : Ilustrasi

PanturaNews ( Pemalang) – Nasib kurang beruntung dialami Arif Irawan (37), seorang pemudik asal Banyumas. Niat hati memangkas waktu perjalanan menuju Pekalongan dengan mengikuti arahan aplikasi Google Maps, Arif beserta anak dan istrinya justru terjebak di tengah hutan belantara Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, pada Minggu malam, 22 Maret 2026.

Peristiwa bermula saat keluarga ini menempuh perjalanan mudik menggunakan sepeda motor. Setibanya di wilayah Pemalang, Arif memutuskan untuk menggunakan rute alternatif melalui Desa Pabuaran guna menghindari kepadatan di jalur utama.

"Awalnya perjalanan terasa biasa saja, namun perlahan jalan yang dilalui semakin sempit, gelap, dan sunyi," ujar Arif saat ditemui pasca-evakuasi, Selasa (24/3).

Kondisi semakin memburuk saat mereka memasuki kawasan perbukitan dan hutan di wilayah Bodeh. Arif sempat menyadari ada yang salah dengan rute tersebut dan mencoba untuk memutar balik. 

Namun, faktor cuaca menghambat rencananya. Hujan deras yang mengguyur lokasi seketika mengubah jalan tanah menjadi medan berlumpur yang sangat licin.

Sepeda motor yang dikendarai Arif tergelincir berkali-kali hingga tidak bisa lagi dijalankan. Dalam kepanikan di tengah kegelapan total, Arif segera menghubungi layanan darurat kepolisian di nomor 110.

Proses Evakuasi

Menerima laporan tersebut, operator Polres Pemalang segera menggerakkan personel dari Polsek Bodeh. Tim gabungan polisi dan warga lokal menyisir medan sulit dengan penerangan terbatas untuk mencari titik koordinat korban.

"Petugas harus menembus jalan berlumpur untuk mencapai lokasi. Beruntung, Arif dan keluarganya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami trauma ringan," ujar pihak kepolisian dalam keterangannya.

Setelah berhasil dievakuasi ke rumah perangkat desa setempat, polisi kembali ke lokasi untuk menarik sepeda motor Arif yang tertinggal. Keluarga tersebut akhirnya diantar langsung oleh petugas kepolisian hingga sampai ke tujuan di Desa Sidomulyo, Pekalongan.

Imbauan Polda Jateng

Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2026 Polda Jateng, Kombes Artanto, menyayangkan kejadian tersebut. Ia meminta masyarakat lebih bijak dalam menyikapi arahan aplikasi navigasi di area yang belum dikenal.

"Kami mengingatkan masyarakat, jangan mudah tergiur jalur alternatif dari aplikasi peta digital yang belum tentu aman untuk dilalui kendaraan, apalagi saat cuaca tidak menentu," tegas Artanto. 

Ia mengimbau pemudik untuk tetap konsisten di jalur resmi demi menjamin keselamatan sampai tujuan.