![]() |
|
|
PanturaNews (Semarang) -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut arus mudik Lebaran 2026.
Berdasarkan prediksi, sebanyak 17,3 juta orang diperkirakan akan memasuki wilayah Jawa Tengah pada momentum Idulfitri tahun ini.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan seluruh jajaran kepala daerah di tingkat kabupaten/kota untuk memprioritaskan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pemudik.
"Rapat lintas sektoral ini untuk menyamakan persepsi. Diprediksi tahun ini ada sekitar 17,3 juta pemudik akan masuk tumplek blek ke wilayah Jawa Tengah," ujar Luthfi usai memimpin rapat koordinasi lintas sektoral di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (9/3).
Mitigasi Infrastruktur dan Jalur Alternatif
Pemprov Jateng telah memetakan sejumlah langkah strategis guna mengantisipasi kepadatan kendaraan. Luthfi menegaskan bahwa perbaikan jalan berlubang, pemasangan rambu lalu lintas, hingga penerangan jalan sedang dikebut di berbagai titik.
Selain infrastruktur fisik, pemerintah juga menyiagakan:
1. Posko Terpadu: Berpusat di Dinas Perhubungan Jateng dan enam Balai Pengelola Sarana Prasarana.
2. Fasilitas Terminal: Aktivasi posko di 23 Terminal Tipe B.
3. Teknologi: Penambahan 10 titik CCTV baru dan pemasangan rambu portable.
4. Keamanan Kendaraan: Pelaksanaan ramp check pada angkutan umum secara masif.
Jaminan Stok Pangan dan Energi
Menyoal kebutuhan pokok, Luthfi meminta Satgas Pangan terus bergerak melakukan operasi pasar guna menekan potensi inflasi dan penimbunan barang. Hingga saat ini, tercatat sekitar 300 kegiatan operasi pasar telah dilakukan di seluruh wilayah Jateng.
Terkait pasokan energi, pihak Pertamina dan PLN memberikan jaminan stok aman.
"Gas cukup. Saya ingatkan masyarakat untuk tidak panic buying. Stok BBM sangat cukup untuk dua bulan ke depan," tegasnya.
PLN juga dilaporkan telah menyiagakan distribusi listrik serta menambah ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bagi pemudik yang menggunakan kendaraan listrik.
Operasi Keamanan: 'Safety and Hospitality'
Di sisi pengamanan, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyatakan pihaknya akan menggelar operasi yang mengedepankan sisi keamanan dan keramahtamahan (safety and hospitality).
Sebanyak 28.980 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait akan disebar ke berbagai objek vital, termasuk 16.300 Masjid, 224 Objek Wisata, 134 Pusat Perbelanjaan, 45 Terminal dan 48 Stasiun Kereta Api.
"Kami menyiapkan 153 pos pengamanan (Pospam), 78 pos pelayanan (Posyan), dan 31 pos terpadu untuk memastikan pergerakan masyarakat tetap lancar," kata Ribut.
Selain pengamanan lalu lintas, pemerintah daerah juga diminta tetap waspada terhadap mitigasi potensi bencana alam yang mungkin terjadi di tengah tingginya mobilitas warga selama libur Lebaran.