![]() |
|
|
PanturaNews - Menghafal Al-Qur'an menjadi tren di Indonesia. Pesantren tahfidz segera saja menjadi buruan para orangtua demi pendidikan anak-anaknya.
Al-Qur'an adalah satu-satunya kitab suci agama yang dihafalkan oleh jutaan orang di seluruh penjuru dunia. Tentu saja, ini ada kaitannya dengan keistimewaan Al-Qur'an yang merupakan mukjizat Rasulullah SAW.
Tradisi menghafal Al-Qur'an ini tak lahir begitu saja. Riwayatnya membentang sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kala itu, masyarakat Arab lebih kuat tradisi menghafal tinimbang budaya menulis.
Hingga tradisi tulis menulis menguat di seluruh penjuru dunia, para penghafal terus lahir. Bahkan, ada negara-negara dengan tradisi kuat yang seperlima penduduknya hafal Al-Qur'an.
Mengutip salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori mengatakan: “Jagalah Al-Qur'an, karena demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Al-Qur'an itu sangat mudah lepas dibanding seekor unta lepas dari kandangnya.” (H.R al-Bukhari).
Karena sulitnya menghafal itulah, Nabi Muhammad SAW mengapresiasi umat muslim yang belajar dan mengajarkan Al-Qur'an kepada orang lain.
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan al-Quran.” (H.R Bukhori).
Dari sekian banyaknya negara di dunia ini, ada sebuah negara di benua Afrika yang memiliki tradisi menghafal Al-Qur’an yang luar biasa, yaitu Negara Syinqith atau yang lebih kita kenal dengan meuritania.
Syinqith berada di Gurun Sahara yang kering nan gersang. Badai pasir kerap terjadi. Namun, di tengah cekaman alam yang keras itu tradisi menghafal Al-Qur'an terbaik di dunia dilahirkan.
Negara Syinqith dihuni oleh penduduk yang mayoritas berasal dari suku-suku arab di mana kebanyakan dari mereka bernasab kepada Sayyid Hasan dan Husein, yang merupakan putra dari Sayyid Ali bin Abi Thalib. Sebagian yang lain bernasab kepada sahabat Anshar. Sisanya bernasab kepada Humair.
Sebagai negara yang memiliki tradisi menghafal Al-Quran terbaik di dunia, Syinqith sangat dihormati dan disegani oleh tokoh agama dari belahan dunia manapun.
Selain karena kekayaan ilmu yang dimilki oleh negara Syinqith, juga sistem pendidikan di sana yang dikenal luar biasa dalam melahirkan para ulama yang diakui kredibilitas keilmuannya, terutama dalam kaitannya dengan al-qur’an.
Dalam salah satu hikayah diceritakan bahwasannya, jika terdapat anak kecil yang masih berumur 7 tahun dan belum hafal Al-Qur'an, maka itu aib dan akan menjadikan orangtua mereka malu sebab merasa gagal dalam mendidik anaknya.