![]() |
|
|
BULAN suci Ramadan selalu menjadi momentum peningkatan spiritual bagi umat Muslim. Namun di balik kekhusyukan ibadah puasa, terdapat persoalan kesehatan yang kerap dihadapi masyarakat, khususnya terkait aturan minum obat.
Tidak sedikit warga yang memilih menghentikan konsumsi obat karena khawatir membatalkan puasa, tanpa memahami risiko medis yang mungkin timbul. Melihat kondisi ini, mahasiswa KKN dari Universitas Peradaban periode 2026 mengadakan sosialisasi edukasi minum obat yang baik dan benar kepada masyarakat di Desa Pagojengan.
Edukasi ini menjadi sangat relevan karena perubahan pola makan dan waktu konsumsi selama Ramadan dapat memengaruhi efektivitas terapi obat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa obat oral seperti tablet dan kapsul dapat diminum saat sahur atau berbuka puasa sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Untuk obat yang harus diminum beberapa kali sehari, diperlukan penyesuaian jadwal yang aman dan tetap menjaga efektivitas pengobatan.
Mahasiswa KKN juga mengingatkan bahwa penderita penyakit kronis -seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan lambung- tidak boleh sembarangan menghentikan pengobatan. Konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan menjadi langkah penting untuk menyesuaikan dosis dan waktu konsumsi obat selama Ramadan.
Selain itu, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya membaca aturan pakai pada kemasan obat dan tidak menggandakan dosis saat waktu minum obat terlewat.
Sosialisasi ini dilakukan dengan pendekatan dialogis dan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami seluruh kalangan. Warga pun tampak antusias bertanya, terutama terkait pengalaman pribadi mereka saat berpuasa sambil menjalani pengobatan. Diskusi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan literasi kesehatan berbasis konteks keagamaan sangatlah penting.
Kegiatan ini mencerminkan peran mahasiswa sebagai agen edukasi yang peka terhadap kondisi sosial dan budaya masyarakat. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menjaga amanah tubuh agar tetap sehat.
Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, membantu masyarakat Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, memahami bahwa menjalankan ibadah dan menjaga kesehatan dapat berjalan beriringan.
Pada akhirnya, pemahaman tentang cara minum obat yang baik dan benar saat berpuasa adalah bentuk ikhtiar untuk menjaga keseimbangan antara kewajiban spiritual dan tanggung jawab terhadap kesehatan.
Edukasi sederhana yang dilakukan hari ini dapat menjadi bekal berharga bagi masyarakat dalam menjalani Ramadan dengan lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan.
