Menguatkan: Saat DPL Hadir, KKN Bukan Sekadar Program Tapi Pengabdian yang Nyata
.
Selasa, 24/02/2026, 10:35:47 WIB

DI tengah teriknya siang di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, ada satu momen yang membuat semangat mahasiswa KKN Kelompok 12 Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes. kembali menyala.

Bukan karena agenda seremonial, bukan pula karena dokumentasi semata. Melainkan karena kunjungan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sarah Dien Hawa, SE, Msi -Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPB- yang datang membawa lebih dari sekadar evaluasi akan tetapi membawa perhatian, arahan, dan penguatan moral.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) sejatinya bukan hanya kewajiban akademik. Ia adalah ruang belajar paling jujur, tempat teori diuji oleh realitas. Ketika mahasiswa UPB menjalankan program pengabdian di Desa Pagojengan, mereka berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat: persoalan administrasi desa, pendidikan anak-anak, hingga potensi UMKM yang belum tergarap maksimal. Di sinilah peran DPL menjadi krusial.

Kunjungan DPL ke posko KKN bukan sekadar formalitas monitoring. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral institusi terhadap mahasiswa dan masyarakat. Kehadiran beliau memberikan ruang refleksi: apakah program kerja sudah tepat sasaran, apakah pendekatan yang digunakan sudah partisipatif, apakah mahasiswa benar-benar hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar pelaksana agenda.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, mahasiswa memaparkan capaian sekaligus tantangan. Ada kendala koordinasi, ada penyesuaian program, bahkan ada momen kelelahan yang tak terhindarkan. Namun, justru di titik itulah DPL berperan sebagai penyeimbang memberikan solusi yang realistis, mengingatkan kembali tujuan besar KKN, serta mendorong mahasiswa untuk tetap adaptif.

Kunjungan seperti ini seharusnya tidak dipandang sebagai rutinitas administratif. Ia adalah simbol keterhubungan antara kampus dan desa. Kampus tidak melepas mahasiswanya begitu saja, dan desa tidak merasa menjadi objek eksperimen sesaat. Ada kesinambungan, ada supervisi, ada rasa tanggung jawab bersama.

Lebih dari itu, kunjungan DPL menjadi pengingat bahwa pengabdian bukan tentang seberapa banyak program yang dijalankan, melainkan seberapa dalam dampak yang ditinggalkan. Mahasiswa belajar bahwa keberhasilan KKN bukan hanya diukur dari laporan akhir, tetapi dari kepercayaan masyarakat yang tumbuh selama proses berlangsung.

Desa Pagojengan hari itu mungkin tampak seperti biasa. Namun bagi mahasiswa KKN UPB, kunjungan DPL menjadi momen penting: momen evaluasi, motivasi, sekaligus validasi bahwa langkah mereka berada di jalur yang tepat.

Pada akhirnya, KKN bukan sekadar mata kuliah. Ia adalah latihan kepemimpinan, empati, dan tanggung jawab sosial. Dan ketika DPL hadir langsung di lapangan, pesan yang tersampaikan sangat jelas pengabdian tidak pernah berjalan sendiri.

Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:

Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).

Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).

Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi  Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).