Mahasiswa dan Kuliah Subuh: Menyemai Generasi Anak Soleh dan Sholehah di Pagojengan
.
Minggu, 22/02/2026, 08:23:32 WIB

KETERLIBATAN mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, dalam kegiatan masyarakat bukan sekadar bentuk pengabdian, tetapi juga proses pembelajaran sosial yang nyata.

Salah satu wujud partisipasi yang penuh makna, adalah keikutsertaan Mahasiswa dalam kegiatan kuliah subuh di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, tepatnya di Dukuh Glempang, Kadus Dua, di Masjid Nurul Iman.

Dengan mengangkat tema “Manfaat Anak Soleh dan Sholehah”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara generasi muda terdidik dan masyarakat desa dalam membangun karakter islami sejak dini.

Kuliah subuh memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan pengajian biasa. Waktu pelaksanaannya yang berlangsung setelah salat Subuh menghadirkan suasana yang khusyuk, tenang, dan penuh keberkahan.

Kehadiran Mahasiswa dalam forum ini membawa energi baru semangat, wawasan, serta pendekatan yang lebih komunikatif dalam menyampaikan materi keagamaan. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak diskusi dan inspirasi bagi anak-anak serta remaja desa.

Tema “Manfaat Anak Soleh dan Sholehah” sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini. Di tengah tantangan era digital dan perubahan nilai yang begitu cepat, pembentukan karakter religius menjadi fondasi utama dalam menjaga moral generasi muda. Anak yang saleh dan salihah bukan hanya menjadi kebanggaan orang tua, tetapi juga investasi akhirat.

Dalam ajaran Islam, doa anak yang saleh termasuk amalan yang tidak terputus meski orang tua telah wafat. Nilai inilah yang ditekankan dalam kuliah subuh tersebut, bahwa pendidikan akhlak bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan.

Keterlibatan Mahasiswa dalam kegiatan seperti ini memberikan dua manfaat sekaligus. Pertama, bagi masyarakat desa, kehadiran Mahasiswa menumbuhkan motivasi belajar dan memperkuat semangat kebersamaan dalam memakmurkan masjid. Anak-anak menjadi lebih antusias karena materi disampaikan dengan bahasa yang lebih dekat dengan dunia mereka.

Kedua, bagi Mahasiswa sendiri, kegiatan ini melatih kepekaan sosial, kemampuan komunikasi, serta penguatan spiritual pribadi. Ilmu yang dipelajari di bangku kuliah menemukan relevansinya ketika dibagikan langsung kepada masyarakat.

Lebih jauh lagi, kegiatan di Masjid Nurul Iman tersebut menunjukkan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pendidikan dan pembinaan karakter. Mahasiswa yang terlibat secara aktif membantu menghidupkan fungsi masjid sebagai ruang belajar dan pembentukan moral generasi penerus.

Kegiatan seperti ini perlu terus didorong dan dikembangkan. Sinergi antara Mahasiswa dan masyarakat desa dapat menjadi model pembinaan generasi yang efektif dan berkelanjutan. Jika setiap desa memiliki semangat yang sama dalam membangun anak-anak yang saleh dan salihah, maka masa depan bangsa akan ditopang oleh generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

Pada akhirnya, kuliah subuh bukan hanya tentang menyampaikan materi agama, melainkan tentang menanam benih kebaikan. Dan mahasiswa, dengan idealisme serta semangat mudanya, memiliki peran strategis dalam menyemai benih tersebut agar tumbuh menjadi generasi yang membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan agama.

Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:

Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).

Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).

Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi  Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).