Di Antara Doa dan Pengabdian: Mahasiswa KKN UPB Hadir dalam Yasinan Warga
.
Rabu, 18/02/2026, 17:23:41 WIB

Menguatkan Kebersamaan dan Kenangan

DI sebuah malam yang tenang, lantunan ayat suci menggema lembut dari rumah salah satu warga. Suara ibu-ibu yang membaca Yasin bersahut-sahutan, menciptakan suasana khidmat sekaligus hangat. Namun malam itu bukan hanya tentang rutinitas yasinan.

Ada doa yang dipanjatkan dengan lebih dalam, mengenang salah satu anggota keluarga tuan rumah yang telah berpulang. Di tengah suasana haru tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 12 Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes turut hadir, bukan sebagai tamu biasa, melainkan sebagai bagian dari kebersamaan di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Kehadiran mahasiswa KKN dalam kegiatan rutin ibu-ibu yasinan menjadi bukti bahwa pengabdian tidak selalu berbentuk seminar atau penyuluhan formal. Terkadang, pengabdian justru hadir dalam bentuk keikutsertaan, empati, dan kebersamaan.

Duduk bersila bersama warga, mengikuti doa, serta ikut merasakan suasana duka dan kenangan adalah pengalaman sosial yang tak ternilai.

Kegiatan yasinan sendiri bukan sekadar tradisi keagamaan. Ia adalah ruang silaturahmi, ruang berbagi cerita, sekaligus ruang penguat solidaritas antarwarga. Ketika salah satu anggota keluarga tuan rumah telah tiada, forum ini berubah menjadi ruang penghiburan kolektif. Doa-doa yang dilantunkan bukan hanya untuk almarhum, tetapi juga untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan.

Dalam momen tersebut, mahasiswa KKN UPB belajar bahwa masyarakat desa memiliki kekuatan sosial yang luar biasa. Nilai gotong royong tidak hanya terlihat saat kerja bakti, tetapi juga saat menghadapi duka. Kehadiran mereka pun menjadi simbol kepedulian generasi muda terhadap nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan kepada yang telah berpulang.

Mahasiswa KKN UPB menghadiri kegiatan rutin seperti yasinan bukan sekedar ikut serta akan tetapi juga salah satu silaturahmi yang dibangun sekaligus sebagai pendekatan dalam menjalankan program pengabdian dipahami sebatas agenda kerja.

Padahal, membangun kedekatan emosional dengan masyarakat sama pentingnya dengan menjalankan program fisik. Dengan ikut serta dalam kegiatan keagamaan dan sosial, mahasiswa menunjukkan bahwa mereka tidak berjarak, melainkan menyatu dengan kehidupan warga.

Lebih dari itu, momen mengenang anggota keluarga yang telah tiada mengajarkan tentang makna kehidupan, kebersamaan, dan pentingnya meninggalkan jejak kebaikan. Mahasiswa tidak hanya memberi, tetapi juga menerima pelajaran hidup yang mungkin tak didapatkan di bangku kuliah.

Pada akhirnya, pengabdian sejati bukan tentang seberapa banyak program yang terlaksana, melainkan seberapa dalam hubungan yang terjalin. Di antara doa-doa yang terucap dan kenangan yang dikenang, mahasiswa KKN UPB telah menunjukkan bahwa hadir dan peduli adalah bentuk pengabdian yang paling sederhana, namun paling bermakna.

Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:

Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).

Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).

Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi  Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).