![]() |
|
|
...bahwa setiap pertemuan memiliki batas waktu, tetapi nilai kebersamaan akan tetap tinggal....
JUMAT malam di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Kadus Satu, tak ada yang lebih mengharukan selain perpisahan yang lahir dari kebersamaan yang tulus.
Di sebuah desa yang selama beberapa pekan menjadi ruang belajar dan mengabdi, mahasiswa KKN Kelompok 12 Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, harus melepas rekan-rekan KKN Universitas Muhamadiyah Purwokerto (UMP), yang lebih dulu menuntaskan masa tugasnya.

Bukan sekadar seremoni perpisahan, momen itu menjadi saksi eratnya persahabatan yang terjalin di antara dua kampus dalam satu tujuan: pengabdian untuk masyarakat.
Sejak awal penempatan, Mahasiswa KKN UPB dan KKN UMP bukan hanya bertetangga lokasi, tetapi juga berteman dalam ide dan aksi. Beberapa program kerja (proker) bahkan dijalankan bersama mulai dari kegiatan sosial, edukasi, hingga pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi itu membuktikan bahwa perbedaan almamater bukan penghalang untuk bersinergi.

Saat acara perpisahan digelar, suasana haru tak terelakkan. Tawa yang dulu sering terdengar saat menyusun program bersama kini berganti dengan ucapan terima kasih dan doa. Mahasiswa KKN UPB hadir bukan sekadar sebagai undangan, tetapi sebagai sahabat seperjuangan yang ikut merasakan bangga sekaligus kehilangan.
Kolaborasi yang sudah dibangun antara Mahasiswa KKN UPB dan UMP, adalah contoh nyata bahwa semangat pengabdian melampaui sekat institusi.

Di tengah dunia pendidikan tinggi yang kerap diwarnai persaingan, kerja sama lintas kampus seperti ini justru menghadirkan harapan. Masyarakat desa pun merasakan manfaat lebih besar ketika ide dan tenaga digabungkan dalam satu visi.
Lebih dari sekadar menjalankan proker, kebersamaan ini membentuk jaringan pertemanan, pengalaman kolektif, dan pelajaran hidup. Mahasiswa belajar bahwa kerja tim tidak selalu harus berasal dari latar belakang yang sama. Justru dalam perbedaan itulah muncul kreativitas dan kekuatan baru.

Perpisahan KKN UMP menjadi pengingat bahwa setiap pertemuan memiliki batas waktu, tetapi nilai kebersamaan akan tetap tinggal. Bagi Mahasiswa KKN UPB, momen itu bukan akhir dari kolaborasi, melainkan awal dari kenangan dan kemungkinan kerja sama di masa depan.
Pada akhirnya, pengabdian bukan hanya meninggalkan jejak di masyarakat, tetapi juga di hati para pelakunya. Di desa itu, dua almamater telah membuktikan bahwa ketika semangat muda bersatu, yang tumbuh bukan hanya program kerja, melainkan persahabatan dan solidaritas yang akan dikenang jauh setelah masa KKN berakhir.

Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:
Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).

Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).
Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).