![]() |
|
|
DI tengah derasnya arus digitalisasi dan krisis keteladanan di kalangan generasi muda, masih ada secercah harapan yang tumbuh dari ruang-ruang kelas sederhana di desa. Harapan itu hadir ketika mahasiswa turun langsung ke sekolah dasar, bukan sekadar membawa teori, tetapi juga nilai.
Itulah yang dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, saat mengajarkan Dasa Dharma Pramuka di SD Negeri 01 Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda formal pengabdian masyarakat. Lebih dari itu, ia menjadi ruang pertemuan antara semangat muda mahasiswa dengan jiwa polos siswa sekolah dasar yang sedang membentuk karakter.

Di era ketika anak-anak lebih akrab dengan gawai dibandingkan dengan nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan, penguatan Dasa Dharma Pramuka terasa semakin relevan.
Dasa Dharma Pramuka sendiri memuat sepuluh nilai luhur, mulai dari takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, hingga disiplin, berani, dan setia.
Nilai-nilai ini bukan sekadar hafalan yang diucapkan saat upacara, melainkan pedoman hidup yang perlu ditanamkan sejak dini. Di sinilah peran mahasiswa menjadi penting mereka menjembatani nilai dengan metode yang lebih segar dan komunikatif.

Mahasiswa KKN UPB menghadirkan pendekatan yang interaktif: diskusi ringan, permainan edukatif, hingga simulasi sederhana tentang kerja sama dan tanggung jawab. Anak-anak tidak hanya diminta menghafal, tetapi juga diajak memahami makna di balik setiap poin Dasa Dharma.
Suasana belajar pun terasa hidup. Tawa dan semangat memenuhi halaman sekolah, menunjukkan, bahwa pendidikan karakter bisa dikemas secara menyenangkan.
Kegiatan semacam ini patut diapresiasi dan bahkan diperluas. Kampus tidak boleh menjadi “menara gading” yang terpisah dari realitas sosial. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat langsung dalam pembentukan karakter generasi berikutnya.

Apa yang dilakukan di SD Negeri 01 Pagojengan, menjadi contoh konkret bahwa pengabdian masyarakat bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan panggilan nurani.
Lebih jauh lagi, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar seperti ini dapat menjadi model pendidikan karakter berbasis komunitas. Ketika Mahasiswa KKN UPB turun tangan, anak-anak mendapatkan sosok kakak sekaligus panutan yang lebih dekat secara usia. Kedekatan ini menciptakan komunikasi yang hangat dan efektif.

Pada akhirnya, menanamkan Dasa Dharma Pramuka bukan hanya tentang menjaga tradisi kepramukaan tetap hidup. Ini tentang merawat nilai, membangun integritas, dan menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral.
Dan jika langkah kecil ini terus dilakukan secara konsisten, bukan tidak mungkin perubahan besar akan tumbuh dari sekolah-sekolah sederhana seperti SD Negeri 01 Pagojengan.
Tim Kelompok 12 KKN Mahasiswa UPB, Kabupaten Brebes, di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:

Khoerul Fuadhi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Seli Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PGSD), Nabilla Defira Putri Maisaan (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi).
Risma Nur Qolfiah (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Farmasi), Retno Mulyani (Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika). Endah Khoerunisa ((Fakultas Sains dan Teknologi, Prodi Teknik Informatika), Naufal Muhammad Husen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen).
Nadya Qonita Rahma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen), M. Hanki Alhan (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Ilmu Komunikasi), Isma Nur Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PBIN).