Rahasia Sukses Toko Online via WA Bisnis dan Inovasi Kemasan Aman Berkualitas
.
Sabtu, 14/02/2026, 13:41:47 WIB

PROGRAM kerja KKN Kolaborasi antara Universitas Peradaban (UPB) Bumiayu, Kabupaten Brebes  dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Desa Paguyangan menghadirkan kegiatan yang bertema "Workshop Digital UMKM: Rahasia Sukses Toko Online via WA Bisnis & Inovasi Kemasan Aman Berkualitas".

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung para pelaku Usama Mikro Kecil dan Meengah (UMKM) Desa Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, agar mampu beradaptasi dalam perkembangan teknologi, serta meningkatkan kualitas produknya.

Pelaku UMKM Desa Paguyangan mengikuti kegiatan workshop ini dengan sangat antusias. Dengan materi yang pertama disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan dari Universitas Peradaban, Resa Frafela Rosmi, M.Sc., yang membahas komunikasi bisnis.

Materi yang disampaikan menekankan bahwa kegagalan UMKM sering kali bukan disebabkan oleh kualitas produk, melainkan karena lemahnya komunikasi pemasaran. Calon konsumen dapat melupakan produk, apabila tidak dibangun komunikasi yang konsisten dan menarik.

Penekanan diberikan pada perubahan mindset pelaku usaha. Pelaku UMKM diajak untuk tidak hanya fokus pada transaksi, tetapi membangun relasi jangka panjang dengan pelanggan.

Strategi komunikasi yang persuasif, responsif, dan terstruktur melalui WhatsApp Business menjadi kunci dalam menciptakan pelanggan yang loyal. Konsep ini mendorong pelaku usaha untuk aktif menjemput pelanggan, bukan sekadar menunggu pembeli datang.

Mahasiswa KKN dari UMP melanjutkan sesi dengan materi tentang strategi sukses mengelola toko online melalui Whatsapp Bussiness, dimana materi ini berkesinambungan dengan materi dari DPL UPB.

Para pelaku UMKM mendapatkan pemahaman mengenai cara membuat akun Whatsapp Business, lalu dilanjutkan optimalisasi fitur katalog, pemanfaatan pesan otomatis, penyusunan foto dan deskripsi produk yang menarik. Praktik langsung dalam pembuatan akun dan pembuatan katalog produk membuat para pelaku UMKM lebih mudah memahami penerapan materi.

Mahasiswa KKN UPB Kelompok 13 menyampaikan materi mengenai inovasi packaging yang aman dan berkualitas. Para pelaku UMKM diperkenalkan pada teknik pemilihan bahan kemasan yang tepat, pentingnya tampilan kemasan dalam meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk.

Termasuk pentingnya cara penyegelan menggunakan alat press plastik agar tidak menggunakan strepless dalam kemasan lagi. Kemasan yang aman dan higienis, dapat memberikan kesan yang profesional sekaligus dapat meningkatkan kepercayaan pada konsumen.

Diskusi yang interaktif memperkaya jalannya kegiatan workshop ini. Berbagai pertanyaan seputar kendala dalam pemasaran dan pengemasan dibahas secara terbuka. Para pelaku UMKM memperoleh pengetahuan baru, bahwa transformasi digital dapat dimulai dari langkah yang paling sederhana, yaitu dengan konsistensi dan kemauan untuk terus belajar.

Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan kenang-kenangan berupa alat press plastik dari Mahasiswa KKN UPB kepada Ketua UMKM Desa Paguyangan. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, guna meningkatkan kualitas kemasan produk lokal.

Kolaborasi Mahasiswa KKN UPB dan UMP di Desa Paguyangan ini, menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarperguruan tinggi mampu memberikan dampak yang positif bagi pemberdayaan masyarakat.

UMKM Desa Paguyangan diharapkan semakin siap menghadapi persaingan pasar digital dengan kualitas produk yang lebih unggul, aman dan strategi pemasaran yang lebih efektif.

Tim Kelompok 13 KKN Mahasiswa UPB di Desa Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes:

Tri Agung Nugroho (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Ulfi Amelin (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Putri Iftikhatun Inayah (Fakultas Sains dan Teknologi), Ayu Fatimah Az Zahra (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Hesti Puspita Sari (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).

Muhamad Haekal Wildani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Nurul Hasanah (Fakultas Sains dan Teknologi), Ana Istifadah (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Intan Maulida Putri (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Miko Ardiyanto (Fakultas Sains dan Teknologi)