![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Ratusan warga Kabupaten Brebes menyerbu halaman Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), Jumat 13 Februari 2026.
Mereka rela mengantre demi mendapatkan ribuan paket sembako murah di tengah tren kenaikan harga pangan menjelang Ramadan.
Pemerintah Kabupaten Brebes menyediakan sedikitnya 1.355 paket sembako dalam kegiatan ini. Selain beras SPHP dari Bulog, komoditas seperti minyak goreng, gula pasir, hingga daging sapi ludes diburu warga karena harganya yang jauh di bawah pasar.
"Sangat membantu warga seperti saya. Menjelang puasa begini, harga-harga di pasar hampir semuanya naik," ujar Sukarti (61), warga Desa Krasak, yang ikut mengantre.
Wakil Bupati Brebes, Wurja, menjelaskan bahwa pasar murah ini adalah langkah konkret pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi daerah.
"Kami tidak ingin masyarakat cemas menghadapi Ramadan. Intervensi ini adalah instrumen penting agar pasokan tetap terjaga dan harga stabil," tegas Wurja.
Tak hanya sembako, warga juga menyerbu paket "Lampah" (ayam dan telur) yang merupakan bagian dari program Gerimis Telur. Program ini sengaja disisipkan untuk mendorong konsumsi protein hewani sekaligus menekan angka stunting di Brebes.
Keberhasilan acara ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Brebes dengan berbagai pihak, mulai dari Bulog Cabang Tegal, Dinas Pertanian, hingga sektor swasta seperti PT Charoen Pokphand Indonesia.
Kepala DPKH Brebes, Ismu Subroto, menambahkan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah yang paling terdampak oleh fluktuasi harga pangan asal hewan.