![]() |
|
|
MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 34 Universitas Peradaban (UPB) Bumiayu, Kabupaten Brebes, silaturahmi dan observasi lapangan ke salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pembuat kerupuk di Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes.
Kegiatan ini dilakukan Mahasiswa KKN UPB untuk mengenal kondisi pelaku usaha, serta tantangan yang dihadapi dalam proses produksi kerupuk di di Desa Pengarasan.
Dalam observasi tersebut ditemukan, bahwa produksi kerupuk yang sangat bergantung pada sinar matahari untuk proses penjemuran, mengalami hambatan serius karena tingginya curah hujan yang melanda wilayah Jawa Tengah akhir-akhir ini.

Data dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa wilayah Jawa Tengah secara umum mengalami curah hujan pada kategori menengah hingga tinggi, dengan peluang hujan tinggi lebih dari 70 persen pada periode tertentu di awal tahun 2026.
Curah hujan tinggi juga tercatat pada sejumlah titik di berbagai kabupaten, termasuk daerah sekitar wilayah Cilacap dan Banyumas yang secara geografis lebih dekat dengan Desa Pengarasan. BMKG bahkan menetapkan status siaga hujan lebat di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah, dengan potensi curah hujan tinggi mencapai ratusan milimeter per dasarian.
Akibat kondisi tersebut, produksi kerupuk seringkali terhenti atau mengalami keterlambatan. Kerupuk yang tidak kering secara sempurna berisiko mengalami penurunan kualitas, seperti mudah berjamur atau tidak mengembang saat digoreng. Ketergantungan pelaku UMKM terhadap kondisi sinar matahari ini menyebabkan ketidakpastian dalam penjadwalan produksi.
Hal ini memaksa pelaku UMKM untuk menunda proses produksi demi menjaga kualitas produk, meskipun berdampak pada menurunnya volume produksi dan pendapatan. Hal ini menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi UMKM kerupuk ketika musim hujan berlangsung dengan curah hujan tinggi, seperti yang diprediksi BMKG terjadi di wilayah Jawa Tengah.
Melalui hasil observasi ini, mahasiswa KKN Universitas Peradaban Kelompok 34 memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai tantangan nyata yang dihadapi UMKM lokal, khususnya yang masih bergantung pada faktor alam dalam proses produksinya.
Kondisi ini sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan, inovasi, dan upaya adaptasi bagi pelaku UMKM agar tetap dapat mempertahankan kegiatan produksi, meskipun menghadapi cuaca yang kurang bersahabat.
Tim Kelompok 34 KKN Mahasiswa UPB di Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes:

Alif Gustiananda (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Eky Nur Salma Agustiasih (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Rahman Dani (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Aulia Ikhwana Sagita (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Sampurno Tio Nugroho (Fakultas Sains dan Teknologi).
Difa Nadiah Putri (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Nirmala Amna Tsania (Fakultas Sains dan Teknologi), Yuhdiyati Nur Ida (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Fadhillah Aulia El Haq Sutanto (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Ghefira Nur Tsuraya (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).