![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) di salah satu Kecamatan Tanjung dilaporkan hilang terseret arus di Sungai Dukuh Lombang, Desa Pejagan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Sabtu (7/2/2026) pagi.
Dalam peristiwa tersebut, satu rekan korban lainnya berhasil diselamatkan oleh warga setempat saat nyaris ikut tenggelam.
Berdasrkan informasi yang berhasil dihimpun dilokasi kejadian menyebutkan, insiden yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di dekat jembatan rel kereta api ini sempat diwarnai simpang siur informasi mengenai jumlah korban.
Beberapa saksi menyebut ada tiga anak yang terlibat, namun informasi awal yang dihimpun di lapangan mengonfirmasi terdapat dua anak yang terseret arus.
Kronologi dan Aksi Penyelamatan
Menurut keterangan saksi mata, peristiwa bermula saat para pelajar yang masih berseragam sekolah pramuka tersebut usai pulang sekolah turun dari mobil minibus di sekitar jalur Pantura Pejagan. Mereka kemudian berjalan menuju sungai di bawah jembatan rel kereta api untuk bermain air.
Nahas, karena seluruh korban diketahui tidak bisa berenang, mereka langsung terseret saat memasuki bagian sungai yang berarus deras. Warga yang melihat kejadian tersebut segera berusaha memberikan pertolongan.
"Informasi awal korban ada dua orang. Satu orang berhasil diraih dan diselamatkan warga, namun satu lainnya tidak sempat tertolong dan langsung hanyut," ujar Saefudin, warga setempat.
Kondisi Korban Selamat
Satu korban yang berhasil diselamatkan sempat dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis akibat syok dan kelelahan. Saat ini, korban tersebut dilaporkan telah stabil dan sudah diperbolehkan pulang ke kediamannya.
Pencarian Terus Dilakukan
Hingga saat ini, satu korban lainnya masih dalam pencarian intensif oleh Tim SAR gabungan, kepolisian, dan dibantu warga sekitar. Lokasi kejadian masih dipadati masyarakat yang ingin melihat langsung proses penyisiran sungai.