![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Ratusan rumah warga dan ratusan hektare lahan pertanian di Kecamatan Tanjung, Brebes, terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Ciapit pada Jumat (6/2/2026) dini hari.
Menanggapi kondisi kritis tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes mendesak percepatan perbaikan darurat guna mencegah dampak yang lebih luas.
Banjir dipicu oleh jebolnya tanggul di dua titik koordinat Desa Mundu setelah debit air sungai meningkat drastis akibat curah hujan tinggi.

Berdasarkan data sementara, empat desa terdampak signifikan yakni Desa Mundu, Luwungbata, Karangreja, dan Sidakaton.
Pantauan di lapangan menunjukkan ketinggian air yang masuk ke pemukiman bervariasi, membuat akses jalan antardesa terputus dan aktivitas ekonomi warga lumpuh total.
Selain pemukiman, sektor pertanian yang menjadi tumpuan warga juga terancam gagal panen akibat rendaman air yang cukup tinggi.
Bupati Brebes saat meninjau lokasi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri karena kewenangan sungai berada di tangan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.
"Kondisinya cukup memprihatinkan, ratusan rumah terdampak. Kami sudah berkoordinasi dan mendesak BBWS Cimancis agar penanganan darurat berupa penutupan titik jebol dilakukan segera. Instruksinya, besok alat berat harus sudah bekerja," ujar Bupati saat berada di Desa Sidakaton.
Sembari menunggu perbaikan fisik tanggul oleh BBWS, Pemkab Brebes melalui BPBD dan dinas terkait telah melakukan langkah-langkah darurat.
Yakni dengan menyiagakan personel untuk membantu warga yang terjebak banjir. Kemudian, menyalurkan bantuan pangan dan kebutuhan dasar (sembako) kepada para pengungsi dan warga yang bertahan di rumah. Selain itu, menginstruksikan puskesmas setempat untuk siaga melayani keluhan kesehatan pascabanjir.
Pemerintah Kabupaten Brebes juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu memulihkan kondisi infrastruktur Sungai Ciapit dalam waktu singkat agar warga dapat kembali beraktivitas dengan normal.