Estafet Kirab Kebangsaan Berakhir di Alun-Alun, Ribuan Warga NU Brebes Gelar Doa Bersama
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Sabtu, 31/01/2026, 19:54:13 WIB

PanturaNews (Brebes) — Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai penjuru Kabupaten Brebes memadati Alun-alun Brebes untuk mengikuti doa bersama dan Istighosah Kubro, Sabtu (31/1). 

Acara ini merupakan puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU setelah sebelumnya dilakukan maraton Kirab Kebangsaan selama tiga hari.

Pantauan di lokasi, massa yang terdiri dari santri, badan otonom (Banom) NU, hingga tokoh lintas agama mulai memadati jantung kota Brebes sejak pagi hari.

Gema selawat mengiringi kedatangan rombongan kirab yang membawa bendera Merah Putih dan bendera NU sebagai simbol pengabdian satu abad pada negeri.

Simbol Estafet Perjuangan

Kirab Kebangsaan ini dimulai pada Rabu (28/1) dari Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Sirampog. Peserta kirab melakukan perjalanan estafet melintasi wilayah Tonjong, Ketanggungan, hingga Tanjung sebelum akhirnya tiba di pusat kota Brebes.

"Kirab ini bukan sekadar pawai, tapi simbol perjuangan dan persatuan. Kami ingin menunjukkan bahwa NU tetap tegak menjaga NKRI dan nilai keagamaan di tengah tantangan zaman," ujar salah satu pengurus PCNU Brebes di sela-sela acara.

Penguatan Karakter Santri

Dalam puncak acara di Alun-alun, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menekankan pentingnya peran santri dalam menyongsong abad kedua NU. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus dibarengi dengan kedalaman iman (IMTAQ) agar generasi muda tidak kehilangan arah.

Senada dengan hal tersebut, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah turut memberikan dukungan simbolis melalui penyerahan Buku Santri Brambang. Penyerahan ini menandai sinergi antara kepolisian dan dunia pesantren dalam membentuk karakter santri yang nasionalis dan berakhlakul karimah.

Puncak Doa bagi Bangsa

Acara ditutup dengan pembacaan Istighosah dan Ijazah Kubro yang dipimpin oleh sembilan kiai kharismatik dari Kabupaten Brebes. Meski cuaca cukup terik, ribuan peserta tetap khusyuk mengikuti rangkaian doa hingga akhir.

Momentum ini sekaligus menandai komitmen Nahdliyin di Brebes untuk terus mengawal peradaban mulia sesuai tema besar Harlah: "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia".