![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat memastikan temuan puluhan batang kayu di Pantai Larangan, Kabupaten Tegal, bukan berasal dari aktivitas penebangan liar atau illegal logging.
Kepastian ini didapat setelah tim gabungan dari Perhutani dan Kepolisian Resor Tegal melakukan investigasi fisik di lokasi.
Administratur Perhutani KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, menyatakan bahwa karakter visual batang kayu yang terdampar menunjukkan kerusakan alami, bukan bekas gergaji mesin atau alat tebang lainnya.
"Kondisinya sudah lapuk dan bekas patahannya tidak rapi. Ini indikasi kuat bahwa kayu-kayu tersebut tumbang secara alami karena faktor usia dan cuaca, bukan hasil kegiatan manusia," ujar Maria saat memberikan keterangan di Pantai Larangan, Rabu 28 Januari 2026.
Berdasarkan hasil penelusuran, kayu-kayu berjenis sengon dan geringging tersebut diduga kuat berasal dari lereng Gunung Slamet.
Maria menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir memicu banjir di wilayah hulu, yang kemudian menyeret material kayu masuk ke aliran Kali Gung hingga akhirnya bermuara di pesisir Tegal.
Keyakinan ini diperkuat dengan adanya laporan dari petugas di pos pendakian Gunung Slamet.
"Dokumentasi dari Pos 3 dan Pos 4 menunjukkan adanya batang kayu serupa yang roboh akibat badai. Mengingat luas daerah tangkapan air Kali Gung mencapai 1.800 hektare, sangat memungkinkan material dari berbagai titik terkumpul dan terbawa arus hingga ke laut," tambahnya.
Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasetyo, yang ikut turun langsung ke lapangan, menegaskan bahwa pengecekan ini dilakukan untuk menjawab keresahan masyarakat setelah video temuan kayu tersebut viral di media sosial.
Spekulasi mengenai adanya sindikat pembalakan liar di lereng Slamet pun dipastikan tidak terbukti.
"Kami pastikan ini murni fenomena alam akibat cuaca ekstrem. Tidak ada aktivitas penebangan, baik legal maupun ilegal, di area asal kayu tersebut," kata AKBP Bayu.
Meski dinyatakan murni kejadian alam, pihak kepolisian dan Perhutani tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi banjir kiriman dan cuaca buruk yang masih membayangi wilayah Jawa Tengah bagian barat.