Tanggalkan Atribut Pejabat, Wakil Wali Kota Tegal Hidupkan Karakter Ratu Mas dalam Lakon Mangir
LAPORAN IWANG NIRWANA
Senin, 26/01/2026, 08:16:16 WIB
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyatul Muthmainnah yang akrab disapa Mbak Iin (Kiri-bergaun hitam) memerankan tokoh Ratu Mas melebur dalam latihan perdana pementasan lakon Mangir bersama jajaran pemain Teater RSPD Tegal. (Foto: Dok/Iwang)

PanturaNews (Tegal) - Sekat antara birokrasi dan rakyat meluruh di bawah lampu panggung. Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyatul Muthmainnah yang akrab disapa Mbak Iin, membuktikan bahwa ruang kebudayaan adalah tempat setara bagi siapa saja untuk berkarya.

Pada Minggu Pahing, 25 Januari 2026, Mbak Iin resmi melebur dalam latihan perdana pementasan lakon Mangir bersama jajaran pemain Teater RSPD Tegal. Bertempat di Sekretariat Dewan Kesenian Tegal (DKT), Kompleks Teater Arena Taman Budaya Tegal, latihan ini menjadi penanda keseriusan sang Wakil Wali Kota dalam menyelami dunia peran.

Di bawah tangan dingin sutradara kawakan Yono Daryono, Teater RSPD kembali menunjukkan taringnya sebagai grup teater legendaris. Proses latihan tidak sekadar menghafal dialog, namun berfokus pada bedah naskah dan karakter yang bertujuan menelaah pesan politis dan pergolakan emosional agar pesan sejarah dalam Mangir tetap relevan bagi penonton modern.

Selain melibatkan seniman-seniman lokal lintas disiplin dikerahkan untuk membangun atmosfer epik Mataram. Yono Daryono juga menekankan pentingnya penjiwaan kata.

"Dialog tidak boleh sekadar diucapkan, ia harus dihidupkan dengan napas dan rasa," tegasnya.

Didapuk memerankan tokoh sentral Ratu Mas sang permaisuri dari Panembahan Senopati, Mbak Iin menunjukkan kualitas akting yang melampaui ekspektasi. Keseriusannya mendalami naskah membuktikan bahwa kehadirannya bukan sekadar formalitas pejabat publik.

Momen ini seolah menjadi napas baru bagi perjalanan personalnya. Usut punya usut, dunia panggung bukanlah hal asing bagi Mbak Iin. Begitu yang disampaikan ketika menghadiri Lonceng Buku 3 Penyair dari Dewan Kesenian Kota Tegal di Balai Budaya DKT, 26 Desember 2025 lalu.

"Kembali berteater bagi saya adalah sebuah kehormatan. Momen ini mengingatkan kembali masa-masa kuliah saat saya aktif bermain peran. Berada di sini, bersama para seniman, adalah upaya mengasah kembali kepekaan rasa," ungkapnya di sela-sela latihan.

Pementasan ini akan menampilkan dinamika konflik antara Mataram dan wilayah perdikan Mangir. Ratu Mas (Mbak Iin) hadir sebagai sosok ibu bagi Pembayun (diperankan oleh Ida Fitri).

Cerita memuncak pada pengorbanan perasaan Pembayun demi menuruti titah sang ayah, Panembahan Senopati (diperankan oleh Rofie Al Joe). Sang putri harus menyamar sebagai penari ledek demi menaklukkan Ki Ageng Mangir (Bagoes Sibrong), sebuah strategi politik yang memadukan cinta dan penghianatan.