Mahasiswa KKN UPB Ikuti Pengajian Jumat Kliwonan Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama
.
Senin, 26/01/2026, 08:13:09 WIB

PENGAJIAN Jumat Kliwonan merupakan salah satu tradisi keagamaan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Nahdhatul Ulama. Tradisi ini tidak hanya menjadi sarana memperdalam ilmu keislaman, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pelestarian budaya Islam Nusantara.

Pada momentum istimewa peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) Abad Ke-1, pengajian Jumat Kliwonan memiliki makna yang semakin mendalam sebagai ruang refleksi perjalanan panjang NU, dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jama’ah serta kontribusinya bagi bangsa dan negara.

Dalam rangka memperingati satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama, masyarakat Dukuh Lor, Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan, menyelenggarakan Pengajian Jumat Kliwonan pada Jumat Kliwon, 23 Januari 2026.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh warga, tokoh masyarakat, pengurus NU setempat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban Bumiayu yang sedang melaksanakan pengabdian di wilayah tersebut. Kehadiran mahasiswa KKN turut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan ini, sebagai wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Acara Pengajian Jumat Kliwonan yang digelar di Dukuh Lor Desa Kretek berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan. Sejak sore hari, masyarakat mulai berdatangan ke lokasi pengajian untuk mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat kebersamaan serta harapan akan keberkahan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Puncak acara diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustad KH. Syarifuddin Zuhri dari Indramayu. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pentingnya meneladani perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama yang telah meletakkan dasar-dasar keislaman moderat, toleran, dan berakar pada budaya lokal.

Menurut beliau, satu abad NU bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata konsistensi NU dalam menjaga keseimbangan antara nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

KH. Syarifuddin Zuhri juga menekankan bahwa tradisi seperti pengajian Jumat Kliwonan merupakan bagian dari kekayaan Islam Nusantara yang perlu dijaga dan dilestarikan. Tradisi ini menjadi media dakwah yang ramah, inklusif, dan mudah diterima oleh masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan yang rutin, nilai-nilai akhlakul karimah dapat ditanamkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membahas sejarah dan peran NU, ceramah juga menyoroti tantangan umat Islam di era modern. KH. Syarifuddin Zuhri mengajak jamaah untuk tetap berpegang teguh pada ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi. Ia menegaskan bahwa NU dengan prinsip tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil) memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan umat dan keutuhan bangsa.

Keterlibatan mahasiswa KKN Universitas Peradaban Bumiayu dalam kegiatan ini menjadi salah satu aspek penting yang patut diapresiasi. Mahasiswa KKN turut berperan aktif dalam membantu persiapan acara, pengaturan tempat, dokumentasi, serta berbaur langsung dengan masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merawat tradisi dan nilai-nilai keagamaan setempat.

Melalui partisipasi dalam pengajian Jumat Kliwonan, mahasiswa KKN mendapatkan pengalaman berharga dalam memahami kehidupan sosial-keagamaan masyarakat pedesaan. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata tentang pentingnya pengabdian, toleransi, serta peran generasi muda dalam menjaga tradisi keagamaan yang selaras dengan perkembangan zaman.

Nilai-nilai yang diajarkan NU, seperti kebersamaan, gotong royong, dan moderasi beragama, menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon intelektual dan pemimpin masa depan.

Bagi masyarakat Dukuh Lor Desa Kretek, kolaborasi dengan mahasiswa KKN Universitas Peradaban Bumiayu memberikan dampak positif. Kehadiran mahasiswa membawa semangat baru, ide-ide kreatif, serta mempererat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat. Sinergi ini mencerminkan semangat NU yang selalu terbuka terhadap perubahan tanpa meninggalkan akar tradisi.

Momentum peringatan Hari Lahir NU abad ke-1 melalui pengajian Jumat Kliwonan ini juga menjadi ajang refleksi bersama. Masyarakat diajak untuk merenungkan kontribusi NU dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial, keagamaan, hingga kebangsaan. NU telah menjadi rumah besar bagi umat Islam Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman.

Pengajian Jumat Kliwonan dalam rangka peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama abad ke-1 yang dilaksanakan pada Jumat Kliwon, 23 Januari 2026 di Dukuh Lor Desa Kretek, Paguyangan, berlangsung dengan lancar dan penuh makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga menjadi wadah pelestarian tradisi Islam Nusantara yang sarat nilai kebersamaan dan moderasi.

Momentum satu abad NU menjadi pengingat akan pentingnya melanjutkan perjuangan para ulama dalam membangun peradaban yang berakhlak dan berkeadaban. Melalui kegiatan ini, terjalin sinergi yang harmonis antara masyarakat, tokoh agama, dan dunia akademik.

Diharapkan, semangat kebersamaan dan nilai-nilai yang terkandung dalam pengajian Jumat Kliwonan ini dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya dalam mengisi abad kedua Nahdlatul Ulama dengan karya dan pengabdian terbaik bagi agama, bangsa, dan negara.

Tim Kelompok 11 KKN Mahasiswa Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, di Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah:

Cinta Dwi Anjani (FKIP), Nugroho tri yuliansah (FEB), Aisya Renata Bahaswar (FISIP), Isnaeni (FEB), M. Khoerul Faqih (FST), Pandu Apriyanto (FKIP), Kurniawati (FKIP), Nur Amalia Khasanah (FST), Aulia Turrohmah (FST).