![]() |
|
|
HARI-HARI pertama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), selalu menjadi momen penting bagi mahasiswa. Bukan sekadar penyesuaian lingkungan, tetapi juga awal dari proses belajar sosial yang sesungguhnya.
Hal itulah yang kami rasakan sebagai mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang melaksanakan KKN di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.
Universitas Peradaban kembali mengirimkan mahasiswanya untuk terjun langsung ke tengah masyarakat melalui program KKN. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ahmad Rifai, S.Fil.I., M., kami Kelompok 3 memulai langkah awal dengan semangat besar untuk belajar dari desa dan tumbuh bersama masyarakat.

Hari-hari awal KKN kami awali dengan membangun kedekatan sosial bersama warga, khususnya anak-anak Desa Kalinusu. Anak-anak menjadi pintu pertama yang membuka kehangatan.
Bermain bersama mereka, mendengarkan cerita-cerita sederhana, hingga mengajak mereka belajar dengan cara yang menyenangkan menjadi pengalaman berharga bagi kami. Dari tawa dan kepolosan anak-anak, kami belajar bahwa pendidikan tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas, tetapi dapat hadir di mana saja selama ada kemauan untuk berbagi.
Kegiatan mengajar anak-anak menjadi salah satu agenda awal yang kami lakukan. Dengan metode sederhana dan pendekatan yang ramah, kami berusaha menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan.
Aktivitas ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada upaya menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar anak-anak. Bagi kami, mengajar bukan sekadar memberi ilmu, tetapi juga belajar tentang kesabaran dan empati.

Selain berinteraksi dengan anak-anak, kami juga melakukan sowan atau silaturahmi kepada tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk etika dan pengenalan diri. Salah satunya adalah kunjungan ke rumah Ketua RT setempat, Bapak Warto.
Melalui sowan ini, kami menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan KKN sekaligus meminta arahan serta dukungan. Sambutan hangat dan keterbukaan beliau menjadi awal yang baik bagi kami untuk berbaur dan memahami kondisi sosial masyarakat Desa Kalinusu.
Hari-hari awal KKN ini mengajarkan kami bahwa pengabdian tidak selalu harus dimulai dengan program besar. Justru dari interaksi sederhana seperti bermain dengan anak-anak, mengajar dengan ketulusan, dan menyapa warga, kami belajar tentang arti kehadiran dan kebersamaan.
KKN bukan hanya tentang menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga tentang membangun kepedulian dan tanggung jawab sosial. Melalui KKN di Desa Kalinusu, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekecil apa pun bentuknya.
Lebih dari itu, kami ingin membawa pulang nilai-nilai kehidupan yang tidak kami temukan di bangku perkuliahan. Karena pada akhirnya, desa bukan hanya tempat kami mengabdi, tetapi juga ruang belajar yang mengajarkan makna kebersamaan dan kemanusiaan.
